Kesenian Jawa : Wayang Ajen, Diberi Penghargaan

0 74

Istilah Ajen diambil dari Bahasa Sunda yang artinya ngajenan. Ngajenan artinya menghargai atau sesuatu yang diberikan penghormatan atau penghargaan. Wayang Ajen lahir dari proses kesadaran generasi muda pada wayang golek Sunda tradisi yang asli dengan eksplorasi kreatif. Wayang ajen lahir dalam tafsir baru, membaca tradisi dengan cara-cara modern sehingga menjadi sesuatu yang berbeda. Penciptaan kembali struktur pertunjukan wayang golek Sunda tradisi disesuaikan dengan format teater modern dengan pendekatan konsep dramaturgi.

Wayang golek ajen selanjutnya disebut Wayang Ajen diciptakan oleh Wawan Gunawan bersama Arthur S. Nalan pada tahun 1998, dan pertamakali dipentaskan lakon ”Kidung Kurusetra” pada tahun 1999 dalam acara Pekan Wayang Indonesia di TMII Jakarta. Secara filosofis dasar pemikiran Wayang Ajen ini di dasarkan dari adanya proses dialogis generasi muda pewaris aktif kesenian tradisional yang saling menghargai. Generasi muda yang memiliki ajen seni tertentu pada tradisi, di mana tradisi dipandang sebagai suatu yang dinamis tidak statis, dan tradisi adalah sumber inspirasi.

Wayang Ajen bertujuan memberi alternatif pertunjukan wayang terutama untuk apresiasi bagi generasi muda sebagai tempat bercermin (ngaji rasa dan ngaji diri) sehingga akhirnya diharapkan adanya “pencerahan” dan perenungan tentang apa, siapa, dan mau apa hidup di dunia ini. Wayang Ajen merupakan pertunjukan wayang golek gaya baru yang menitik beratkan pada cerita.

Source facebook.com facebook.com/notes/wayang-nusantara-indonesian-shadow-puppets/wayang-ajen/231354666109
Comments
Loading...