Kesenian Jawa Tengah: Tari Srimpi Jayaningsih

0 79

Tari Srimpi Jayaningsih

Tari Srimpi Jayaningsih merupakan sebuah tarian Srimpi Garapan Baru yang menceritakan tentang cinta Dewi Banowati putri Raja Astina yang memiliki cinta kepada Raden Arjuna. Tarian ini merupakan tarian kedua pada acara Gelar Karya “Pahlawan Tari” dalam rangka hari Pahlawan yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Sanggar Seni Jawa Tengah di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah kota Surakarta.

Tari Srimpi Jayaningsih merupakan varian kebudayaan Jawa yang kaya akan bentuk tari tradisonal klasik. Seni tradisional klasik yang berwujud Tari Srimpi Jayaningsih kehadirannya selain untuk hiburan yang estetik (indah), juga untuk ungkapan makna yang religius, sakral dan magis tergantung masyarakat yang memaknainya. Menurut sejarah Trarian Srimpi merupakan tarian yang asal-usulnya sudah ada sejak masa kejayaan kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung, yang mana dulu tarian ini hanya diperlihatkan di lingkungan Kraton untuk acara kenegaraan dan untuk memperingati kenaikan Tahta Sultan (Raja).

Kali ini Tari Srimpi Jayaningsih ini bentuk sajiannya untuk kepentingan mengingat karya Sunarno. S.Kar.M.Sn yang merupakan salah satu Pahlawan Tari yang pada malam ini di daulat menerima penghargaan Pahlawan Tari yang di wakili oleh keluarga Almarhumah. Walaupun diperbahurui gerak Tari Srimpi Jayaningsih tetap menggunakan gerak dasar Tari Tradisional Srimpi. Tarian ini di lakukan oleh 5 penari yang mana 4 penari perempuan dan seorang laki-laki.

Bagi Almarhumah Sunarno. S.Kar.M.Sn tarian ini merupakan media komunikasi yang didalamnya terkandung spirit akan identitas yang merupakan perwujudan dari suatu filosofi, nilai dan bentuk sejarah serta tradisi dan budaya tertentu. Tari seharusnya tidak meniadakan jejak sejarah tari itu sendiri, melainkan menjadi sebuah komposisi kareografi yang lebih plural yang mampu memberikan pemahaman akal spiritual proses kehidupan. Tari sebagai wacana dan wahana dalam pusaran di dunia tari klasik maupun kontemporer serta sebagai sebuah percakapan kebudayaan, representasi maksud dan pikiran yang luruh dalam tampungan untuk semua pendekatan artistik.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-srimpi-jayaningsih/
Comments
Loading...