Kesenian Jawa Tengah : Tari Pethilan dan Tari Karonsih

0 151

Tari Pethilan adalah suatu tarian yang gerakanya terinsipirasi atau mengambil salah satu bagian dari tarian jawa yang mana tarian ini mengekspresikan keprajuritan dalam medan perang. Tari Pethilan hampir sama dengan Tari Wireng. Bedanya Tari Pethilan mengambil adegan/ bagian dari cerita pewayangan.

Ciri-ciri Tari Pethilan yaitu Tari boleh sama, boleh tidak, Menggunakan ontowacono (dialog), Pakaian tidak sama, kecuali pada lakon kembar, Ada yang kalah/menang atau mati, Perang mengguanakan gendhing srepeg, sampak, gangsaran, Memetik dari suatu cerita lakon.

Contoh dari Tari Pethilan : Bambangan Cakil, Hanila, Prahasta, dll.

Sedangkan Tari Karonsih merupakan salah contoh tari berpasangan dari Jawa Tengah yang menceritakan kisah percintaan sepasang kekasih. Sepasang kekasih itu bernama Dewi Sekartaji dan Panji Asmara Bangun. Kisah romantika sepasang kekasih tersebut merupakan kisah pewayangan di daerah Jawa Tengah yang diangkat dari kisah leluhur mereka.

Tarian ini biasanya ditampilkan pada pesta perkawinan adat Jawa. Setelah upacara adat bersama sanak keluarga, pengantin bersama kedua orangtua dan pager ayu diiringi penari cucuk lampah menuju pelaminan. Setelah duduk di pelaminan inilah Tari Karonsih ditampilkan. Namun ada juga yang menampilkan penari pria sebagai tokoh Panji Asmara Bangun ikut mengiringi pengantin sebagai penari cucuk lampah.

Iringan Tari Karonsih

Gendhing untuk mengiringi tarian ini diawali dengan irama Pathetan Pelog 5 – Ktw. Pangkur Ngrenas Pelog 5 diteruskan Gangsaran kemudian malik (ganti nada) Slendro – Ktw. Kinanthi Sandhung Slendro Menyuro – Lambangsari dan diakhiri Ldr. Sigromangsah Slendro Menyuro.

Diharapkan dengan adanya tarian Karonsih, maka percintaan kedua mempelai bagaikan cinta kasihnya Galuh Candra Kirana dengan Panji Asmara Bangun.

Source Tari Pethilan Tari Karonsih Tari Tradisional, Tari KARONSIH Yang Mengiksahkan Kisah Cinta

Leave A Reply

Your email address will not be published.