Kesenian Jawa Tengah: Tari Gathutkoco Pergiwo

0 69

Tari Gathutkoco Pergiwo

Tari Gathutkoco Pergiwo adalah sebuah tarian yang merupakan “pethilan” (drama singkat) dari kisah cinta tokoh wayang Raden Gathutkoco anaknya Bima (Werkudoro)  dan Dewi Pergiwo anaknya Raden Arjuna Tarian ini merupakan tarian kelima pada acara Gelar Karya “Pahlawan Tari” dalam rangka hari Pahlawan yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Sanggar Seni Jawa Tengah di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah kota Surakarta pada tanggal 18 November 2017.

Dikisahkan bahwa Gathutkoco adalah ksatria dari Negara Pringgodani mencintai Dewi Pergiwo sebagai pujaan hatinya. Mereka berikrar ingin hidup semati, tapi pada kenyataannya di tengah perjalanan ada aral melintang dimana Lesmana dan para Kurawa tidak ingin hal itu terjadi. Dengan segala kelicikan yang di punyai Kurawa (Drona) merayu Raden Arjuna agar di Dewi Pergiwo di jodohkan dengan Lesmana. Arjuna menerima pinangan dari Drona tersebut, maka sebentar lagi Lesmana akan bersanding dengan Dewi Pergiwo. Betapa hancur hati Dewi Pergiwo ketika ayahnya Raden Arjuna menerima pinangan tersebut, karena dia mencintai Raden Gathutkoco sepenuh hati.

Kemudian di kirim kabar dari Yodapati tempat Raden Arjuna tinggal kepada Bima (Werkudoro) ayahnya Raden Gathutkoco. Mendengar kabar tersebut Raden Gathutkoco sangat sedih sekali. Tanpa berpikir panjang dia terbang menemui Dewi Pergiwo untuk minta penjelasannya. Setelah dijelaskan Dewi Pergiwo, Raden Gathutkoco mencabut kerisnya akan bunuh diri, tapi tindakan tersebut bisa dicegah oleh Dewi Pergiwo. Ternyata Raden Gathutkoco di dalam Istana bersama Dewi Pergiwo di ketahui oleh Lesmana. Dia memanggil bala bantuan Kurawa untuk menyerang Raden Gathutkoco, tapi dengan kesaktiannya Raden Gathutkoco mengalahkan bala bantuan pasukan Kurawa tersebut.

Drona marah dan mengadu kepada Raden Arjuna, mendengar cerita Drona yang terkenal licik tersebut, Raden Arjuna marah dan langsung melabrak Raden Gathutkoco. Dengan kesaktiannya, Raden Gathutkoco di hajarnya apalagi Arjuna mempunya senjata yang sangat sakti berupa cemeti kyai pamuk. Melihat Raden Gathutkoco di hajar oleh Raden Arjuna, Punokawan tidak tega dan melaporkan hal tersebut kepada Bima (Werkudoro). Tanpa berpikir panjang dia melabrak Arjuna. Untung kejadian ini tidak berlangsung lama karena kedatangan Kresna yang datang melerai. Setelah dijelaskan duduk persolannya akhirnya Raden Arjuna dan Bima (Werkudoro) berdamai dan Raden Gathutkoco bersama Dewi Pergiwo menjadi suami istri.

Tari Gathutkoco Pergiwo sering diusung sebagai sebuah tarian dengan tema romantisme, karena Raden Gathutkoco identik dengan sifat gagah, tampan dan pemberani. Pesan lain adalah suasana kegembiraan Raden Gathutkoco menemukan cinta sejatinya dengan Dewi Pergiwo sebelum perang Baratayudha berlangsung. Tarian ini sering ditarikan oleh sang legendaris Rusman, spesial membawakan tokoh Raden Gathutkoco di WO.Sriwedari sekarang ini di era antara tahun 1960 sampai dengan 1985.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-gathutkoco-pergiwo/
Comments
Loading...