Kesenian Jawa : Tari Topeng Jinggananom Vs Tumenggung

0 212

Tari topeng Jinggananom biasanya ditampilkan setelah tari topeng Tumenggung yang dilanjutkan dengan peperangan dengan Tumenggung Magangdiraja. Tarinya berkarakter lucu dan senantiasa ditarikan oleh dalang bodor (pelawak). Gerakan-gerakan tarinya menirukan gerakan ponggawa gagah. Musik pengiringnya blendrong atau bendrongBagian peperangan antara Tumenggung Magangdiraja dengan Jinggananom, adalah satu-satunya bagian tari topeng yang mengusung unsur cerita Panji yang sangat jelas. Bagian ini mirip dengan sebuah fragmen tari.

Kisahnya sebagai berikut:

Dikisahkan, bahwa Tumenggung Magangdiraja diutus Raja Bawarna untuk mencari Jinggananom yang hilang (kabur) dan telah lama tidak membayar upeti. Di perjalanan ia bertemu dengan Jinggananom. Tumenggung kemudian bertanya dan membujuk agar Jinggananom mau membayar upeti dan kembali ke Bawarna, namun ia menolak karena ia sendiri telah menjadi raja di negara Jongjola. Tumenggung memaksa, namun Jinggananom tetap tidak mau menuruti kemauan Tumenggung Magangdiraja.

Akhirnya terjadi peperangan, dan Jinggananom dapat dikalahkan. Ada perbedaan yang sangat mencolok antara tari topeng Jinggananom di Losari dengan tari topeng Jinggananom pada umumnya. Di Losari, topeng Jinggananom tidak ditarikan oleh seorang bodor dengan gerakan-gerakan yang lucu, akan tetapi ditarikan seperti halnya tari topeng Patih atau Tumenggung. Jinggananom adalah Raja Jongjola yang setara dengan Tumenggung. Oleh sebab itu gerakan-gerakan tarinya tidak melucu dan yang melucu adalah bodor (punakawan) yang biasanya menari.

Source tikarmedia.or.id tikarmedia.or.id/ensiklopedia/ensiklopedia_detail/94
Comments
Loading...