Kesenian Jawa: Tari Rampak Buto

0 54

Tari Rampak Buto merupakan tarian explorasi dari para pelaku seni di dalam masyarakat di karenakan kecintaannya terhadap kesenian tradisonal agar tidak punah di makan jaman yang semakin modern. Rampak berarti bersama-sama secara serentak, buto adalah raksasa dengan polah dan tingkah laku yang sembrono atau tidak beraturan dengan wajah atau muka yang menyeramkan yang mempunyai sifat angkara murka.

Tarian Rampak Buto terinspirasi dari cerita perang Prabu Baka dimana cerita ini lahir di tanah Jawa. Tarian ini biasanya di sajikan sekitar 10 sampai 16 orang dengan topeng buto lengkap dengan segala asesorisnya yang menggambarkan tarian yang rancak dan garang tetapi tidak meninggalkan keindahan nilai tari tradisionalnya.

Didalam tarian ini suara gemerincing yang di timbulkan dari asesoris Tari Rampak Buto ini pasti akan kita dengar secara dominan. Biasanya kerincing ini di pakaikan pada tangan dan kaki. Karena gerak dari tarian ini rancak dan semangat, maka suara yang ditimbulkan akan riuh sekali. Pengiring suara pada tarian ini biasanya berupa alat musik tradisonal gamelan yang dari tahun ketahun kemudian mengalami transformasi yang di kombinasikan dengan alat musik yang lainnya.

Tarian Rampak Buto merupakan pertunjukan yang sangat poluper di kalangan rakyat keci (wong cilik), selain itu juga tarian ini sangat popular di kalangan penggiat seni kontemporer rakyat dan belum di kenal masayarakat luas walaupun sebenarnya masayarakat luas tersebut sudah mendengar tarian Rampak Buto tapi mungkin hanya sekilas saja.

Tarian ini dari tahun ke tahun semakin di eksplorasi oleh para penggiat seni tidak hanya disisi musik penggiringnya saja tapi dari kastum yang di kenakan. Topeng yang di kenakan tidak melulu wajah buto saja tapi sekarang sudah banyak di kombinasikan dengan bentuk lain yang intinya sama menggambarkan kegarangan dan kemarahan seperti topeng binatang harimau bahkan hewan yang lainnya.

Dalam menarikan Tari Rampak Buto ini di perlukan kemampuan yang mumpuni bagi penarinya karena dalam tarian ini harus menggambarkan kemarahan, kelincahan dari sang buto harus di gambarkan secara jelas. Selain itu pula banyak asesoris yang ada dalam kastum Tari Rampak Buto ini seperti sampur, selendang, hiasan uncal, rambut buto, tameng dada, kerincing dan tidak lupa topeng butonya.

Tarian Rampak Buto ini dapat digunakan sebagai tarian tradisonal untuk atraksi menarik wisatawan lokal atau asing di daerah kita, hal ini akan dapat tercapai dengan adanya kerja sama antara para penggiat kesenian daerah dengan masyrakat umum dalam meningkatkan kesadaran berbudaya di lingkungan kita untuk lebih kreatif dalam pelestarian budaya Indonesia.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-rampak-buto-kreasi-anak-bangsa/
Comments
Loading...