Kesenian Jawa: Tari Neskala

0 31

Tari Neskala

Tari Neskala adalah sebuat tari kontemporer yang menceritakan tentang seorang raksasa (Buto) dengan nama Batara Kala yang lahir dari Batara Guru dengan istrinya Dewi Uma, dimana kejadiaannya ketika keduanya sedang terbang mengendarai Lembu Andini. Dalam perjalanan ini Batara Guru terlena dan bersenggama dengan Dewi Uma di atas kendaraan suci Lembu Andini, sehingga Dewi Uma hamil.

Menyadari tindakan tersebut Batara Guru marah karena melanggar larangan tersebut dan dia marah kepada Dewi Uma, apa yang dilakukannya itu seperti tindakan buto, seketika itu Batara Guru mengusir Dewi Uma dari khayangan. Dewi Uma pun berubah menjadi reksesi (buto wanita) dengan nama Dewi Durga karena ucapan Batara Guru merupakan ucapan Dewa yang sangat manjur.

Ketika anak dari Batara Guru dengan Dewi Uma lahir dinamai Batara Kala, seorang anak dalam wujud raksasa yang hidupnya selalu membuat onar di bumi, karena ingin membalas dendam kepada Batara Guru. Makanan dari Batara Kala selalu memilih makanan yang tidak wajar pada umumnya, dia selalu makan anak yang ontang-anting, artinya anak yang dilahirkan tunggal tidak mempunyai saudara dan anak yang belum diruwat oleh kedua orang tuanya.

Disini para mahasiswa ditugaskan dalam ujian ini untuk mengangkat tema “Kesenian Tradisi”  yang ada di Indonesia untuk dijadikan sebuah karya tari baru dalam bentuk kontemporer maupun tarian tradisi yang sudah dikreasi. Ide tarian ini mengangkat tradisi cerita pewayangan Jawa yang sering ditampilkan dalam wayang ringit (wayang kulit) atau wayang orang yang sangat familiar bagi masyarakat Jawa. Dengan latar belakang cerita ini kemudian dipadukan 2 kesenian antara seni tradisi dengan seni kontemporer yang dipadu menjadi tarian yang serasi.

Gerakan dalam Tari Neskala terispirasi dari ragam gerak wayang orang terutama ragam gerak Buto (Batara Kala) yang berwujud raksasa yang dalam tari klasik gerakannya disebut dengan kambeng, yang dikombinasi dengan gerak-gerak komtemporer yang dinamis dan rancak yang menceritakan tentang kemarahan Batara Kala terhadap Batara Guru.

Busana yang dikenakan juga terispirasi dari busana yang identik dengan buto yaitu busana yang dominan dengan warna merah (amarah) dan kotak-kotak hitam putih yang dibalut dengn sabuk hitam dengan layer-layer hitam putih yang dikombinasi warna emas. Pada kaki semua memakai krincingan yang setiap penari bergerak pasti menimbulkan suara-suara gaduh yang identik dengan tindakan Batara Kala membuat onar di bumi.

Riasannya menggunakan riasan gagah tapi sangar dengan imajinasi  riasan seorang buto yang sedang marah. Iringan dalam tarian ini menggabungkan antara iringan tradisi dan kontemporer yang secara keseluruhan tidak ada vokalnya mulai dari awal, tengah dan akhir tarian semua full musik yang cenderung mengikuti setiap pergerakan penarinya.

Sebuah karya tarian yang menggabungkan dua ragam gerak antara tradisi pewayangan Jawa dengan ragam gerak kontemporer, yang mana keduanya adalah sangat beda, tapi ketika digabungkan malah menjadi sesuatu yang unik. Ada keharmonisan, kelembutan, kemarahan dan kesakralan yang menjadi sesuatu yang baru yang menambah keragaman gerak seni tari Indonesia.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-neskala/
Comments
Loading...