Kesenian Jawa : Tari Gaya Klasik Yogyakarta, Magnet

0 157

Tari klasik gaya Yogyakarta di tengah kemajuan dan globalisasi menguat bersamaan dengan pergelaran menandai HUT ke-64 Yayasan Siswa Among Beksa (YASAB) Yogyakarta di Ndalem Kaneman Jalan Kadipaten No 262 Yogyakarta, Minggu (25/9/2016) malam. Ratusan penari klasik dari berbagai usia berkumpul dalam kesempatan ini, baik membawakan tarian maupun datang untuk mangayubagyo ulangtahun Siswa Among Beksa.

Melihat situasi masa kini yang faktanya tari klasik masih banyak peminat, saya optimis akan tetap berkembang dan terus ada

ucap pimpinan YASAB Yogyakarta RM Dinusatomo dijumpai KRjogja.com sela pementasan. Indikasi lain menurut pria yang arab disapa Romo Dinu ini, ratusan siswa yang didominasi generasi muda saat ini tercatat belajar di YASAB. Jumlah ini akan terus bertambah jika ditambah dengan siswa lain yang juga belajar tari di sejumlah sanggar tari klasik Yogyakarta.

Namun begitu sayangnya untuk penari putra masih jarang. Jumlahnya sedikit. Kalau penari putri luar biasa peminatnya

lanjut pria yang mendapat gelar KPH Pujaningrat ini. Selain itu menurut Romo Dinu, keberadaan sanggar-sanggar tari klasik juga butuh perhatian pemerintah. Khususnya dalam hal alokasi pendanaan. Sebab bagaimanapun sebuah proses semestinya juga butuh pendanaan yang tidak bisa disepelekan keberadaannya.

Itu yang masih kami harapkan dari pemerintah. Selama ini dukungan itu baru sebatas pada pergelaran. Tapi belum menyentuh sisi proses, khususnya perihal

Source Dinas Kebudayaan tasteofjogja.org/isiberita.zPUDMqg8VGOwXcGb2axMtPDDRnwxpt2sqK6I3axZbwaRrKOqc-RfK2iGuvnFuD8ci0kIQij5JVwHwJ5uWvVnqw
Comments
Loading...