Kesenian Jawa : Tanjidor, Jenis Musik Tradisional Jawa Barat

0 18

Salah satu jenis musik tradisional Jawa Barat yang mendapat pengaruh kuat dari musik Eropa adalah Tanjidor. Musik ini hidup dan berkembang di daerah Bekasi dan Karawang. Mengingat daerah Bekasi dan Karawang berdekatan dengan Betawi, maka budaya Betawi sangat kental di kehidupan sosial budaya masyarakat daerah Bekasi dan Karawang, termasuk keseniannya (tanjidor). Tanjidor merupakan ensambel musik yang namanya lahir pada masa penjajahan Hindia Belanda. Kata “tanjidor” berasal dari kata dalam bahasa Portugis, tangedor, yang berarti “alat-alat musik berdawai (stringed instruments).

Tetapi kenyataannya, nama Tanjidor tidak sesuai lagi dengan istilah asli dari Portugis itu. Namun yang masih sama adalah sistem tangga nada dari tangedor, yakni sistem diatonik. Alat-alat musik yang dimainkan seni Tanjidor adalah: klarinet (tiup), piston (tiup), trombon (tiup), saksofon tenor (tiup), saksofon bas (tiup), drum (membranofon), simbal (perkusi), dan side drums (tambur). Jenis alat musik yang dominan pada kesenian Tanjidor adalah alat musik tiup. Pemain-pemainnya terdiri dan 7 sampai 10 orang. Mereka mempergunakan peralatan musik Eropa tersebut, untuk memainkan reportoar lagu diatonik maupun lagu-lagu yang berlaras pelog bahkan slendro. Tentu saja terdengar suatu suguhan yang terpaksa, karena dua macam tangga nada yang berlawanan dipaksakan pada peralatan yang khas berisi kemampuan teknis nada-nada diatonik. Karena gemuruhnya bahan perkusi, dan keadaan alat-alat itu sendiri.

Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=847&lang=id

Leave A Reply

Your email address will not be published.