Kesenian Jawa : Surak Ibra, Pertunjukkan Khas Daerah Garut

0 13

Surak Ibra merupakan seni pertunjukkan rakyat khas daerah Garut. Menurut tuturan beberapa senimannya, pada awalnya Surak Ibra dikenal sebagai seni Boyongan atau Boboyongan. Dalam Boyongan tersebut ditampilkan seorang tokoh pendekar silat kharismatik yang bernama Bapak Ibra. Konon sebagai penghormatan kepada Bapak Ibra, seni Boboyongan tersebut oleh masyarakat dinamai Surak Ibra. Sebagai seni luhung peninggalan karuhun kasepuhan Cinunuk Garut, Surak Ibra sangat dilindungi dan dilestarikan oleh putra-putra daerahnya.

Diantaranya tercatat seperti organisasi masyarakat Himpunan Dalem Emas (HDE) yang berdiri 30 Mei 1910 ikut andil ngamumule Surak Ibra. Namun setelah HDE bubar tahun 1948 pengelolaan Surak Ibra dilanjutkan oleh aparat desa setempat hingga sekarang. Dalam perkembangannya, Surak Ibra banyak ditampilkan dalam upacara hari-hari besar khususnya hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pertunjukan Surak Ibra diawali oleh sejumlah pemuda berpakaian silat warna hitam yang membawa obor dengan formasi berbanjar sambil memainkan gerakan-gerakan silat.

Disusul oleh rombongan penari Surak Ibra (biasanya jumlahnya sekitar 30-60 orang) yang memakai kostum pesilat warna kuning dan merah bergerak dengan penuh semangat yang juga menampilkan gerakan-gerakan silat. Lalu atas komando seorang pemimpin musik pengiring ditabuh serempak (biasanya Golempang) diiringi dengan sorak sorai yang meriah. Setelah itu mereka melakukan formasi tertentu dengan gerakan pencak silat. Pada saat mereka membuat formasi Iingkaran, salah seorang dari mereka masuk.

Source Dinas Pariwisata dan Kebudayaan disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=332&lang=id

Leave A Reply

Your email address will not be published.