Kesenian Jawa : Sejarah Perkembangan Seni Rudat

0 302

Perkembangan seni Rudat tidak terlepas dari upaya penyebaran agama Islam oleh Wali Songo. Diantaranya Sunan Gunung Jati yaitu Syarif Hidayatullah. Semasa hidupnya Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam di Jawa Barat (dan Banten) dibantu oleh murid-muridnya, pada tahun 1450 – 1500 M ketika sebagian besar penduduk masih beragama Hindu, beliau mengutus lima utusan dari Cirebon yaitu Sacapati, Madapati, Jayapati, Margapati dan Warga Kusumah.

Atas petunjuk Sunan Gunung Jati diharuskan mengembangkan agama Islam diantaranya dengan pertunjukkan kesenian yang meniru kesenian di tanah Mekkah yaitu Genjring yang terbuat dari potongan-potongan kayu. Setelah terbentuk dinamakan terebang. Terebang maksudnya untuk menghubungkan batiniah antara manusia dengan Tuhan-nya yaitu Allah SWT yang menguasai dan menciptakan alam semesta beserta isinya. Alat yang dibuat waktu itu baru satu buah, maka dengan bantuan murid-muridnya dibuat lagi empat hingga berjumlah lima yang merupakan symbol rukun islam.

Selain itu dibuat lagi satu buah kendang besar sebagai pelengkap karena dengan kelima waditra itu dirasakan belum lengkap. Dengan demikian jumlah nayaga pun berjumlah enam orang. Seni Rudat di Banten sudah ada sejak abad XVI sejak zaman Sultan Ageng Tirtayasa dan berkembang di pesantren-pesantren sebagai hiburan atau pergaulan para santri.

Source scribd.com scribd.com/doc/24796040/KESENIAN-RUDAT-BANTEN
Comments
Loading...