Kesenian Jawa : Sampyong, Seni Pertarungan Majalengka

0 50
Sampyong. Permainan ini sebetulnya lebih bertujuan untuk menghibur dan mengasah sportivitas. Permainan ini merupakan permainan adu ketangkasan dan kekuatan memukul dan dipukul dengan menggunakan alat yang terbuat dari rotan yang berukuran 60 cm. Pemain terdiri atas 2 orang yang saling berhadapan dan dipimpin oleh seorang wasit yang disebut Melandang. Melandang juga bertindak sebagai orang yang menyeleksi peserta duel. Kedua pemain Sampyong harus menggunakan tutup kepala yang terbuat dari kain yang diisi dengan bahan-bahan empuk sebagai pelindung kepala dan dinamai balakutak.
Setelah Anda beradu rotan, dimulailah duel anatar kedua peserta, dan melandang terlebih dahulu ngibing atau menari mengikuti irama gamelan. Iringan gamelan peserta seruling merupakan perangkat yang tidak bisa ditinggalkan dalam seni Sampyong. Selain untuk menarik minat penonton untuk datang, tetabuhan ini juga semakin menambah semangat para penari. Biasanya seorang peserta sampyong akan memulai pukulan saat lawannya lengah. Namun uniknya, pukulan ke arah lawan harus disesuaikan dengan ketukan irama gamelan.
Setiap peserta memiliki kesempatan untuk memukul tubuh lawannya dengan rotan sebanyak tiga kali. Permainan diakhiri jika salah seorang pemain sudah dapat memukul lawannya tiga kali. Apakah kini Anda sudah siap dengan fisik dan kekuatan Anda?
Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=302&lang=id
Comments
Loading...