Kesenian Jawa : Rumah Budaya Winong, Yogyakarta

0 32

Rumah Budaya Winong dicanangkan pada 2016, bersamaan dengan festival kipo yang diprakarsai para pegiat Rumah Budaya Winong dan kampung wisata Prenggan. Makanan (penganan) khasnya yaitu kipo, merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung di Kotagede, Yogyakarta. Selain itu, Rumah Budaya Winong juga mengajak masyarakat untuk mempelajari tentang Jawa, terutama Yogyakarta, dimulai dari belajar aksara Jawa, kemudian dengan membaca pemikiran Jawa, sumber daya, dan pengembangan budaya Jawa.

Kegiatan semacam sekolah Jawa ini, diadakan sebagai upaya membebaskan masyarakat dari buta aksara Jawa. Meskipun demikian, diungkap Hendi Setio Yulianto (pelaku budaya), perihal nama Rumah Budaya Winong, banyak warga yang belum tahu, Masyarakat malah mengetahui ada ketoprak pemuda, ada sanggar tari, dan lain sebagainya. Karena itu, menyadari kemungkinan kurangnya sosialisasi perihal nama tersebut, pegiat Rumah Budaya Winong berbenah mempublikasinya pada 2017 ini.

Cukup banyak lembaga budaya di Kampung Winong, Prenggan, Kotagede, misalnya ketoprak dengan nama Krida Muda Budaya, ada sanggar tari “Tata Titi”, ada juga sanggar (perkumpulan seni) “Sastra mBeling”. Perkumpulan Seni Sastra mBeling tercetus dari hasil diskusi seni Brisman HS dengan Aris Purwoko bahwa seni pertunjukan bergerak sangat dinamis, sehingga perlu terus dikembangkan, baik wacana maupun wujudnya. Sekarang, pertunjukan Sastra mBeling semakin berkembang dengan menelurkan banyak karya, mulai dari teater (ketoprak, sandiwara), musik, tari.

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/isiberita.Z8UTEgvRxYMd-9lSKhTFG6P6cyDWKGXl60kU4LTqDWTCCuVQI6dhEOOZJGQPNV1M8G39qgoAm_Uu00Uu5j42ng
Comments
Loading...