Kesenian Jawa : Pameran Bumbon Pengilon, Yogya

0 92

Perempuan, utamanya di Indonesia seringnya dikaitkan dengan tiga peran utama “Kasur, Dapur, lan Sumur”. Tiga kata ini kemudian dapat dimanifestasikan dengan tiga kata yang lain, yakni Bumbon, Babon, dan PengilonBeberapa orang masih menganggap perempuan adalah konco wingking, manusia nomor dua dalam tatanan masyarakat. Meskipun saat ini perempuan pun sudah banyak yang terjun dalam bidang-bidang keahlian yang dibutuhkan dalam masyarakat.

Melalui pameran seni rupa, Kelompok Bumbon Pengilon mencoba untuk memaknai perjalanan hidup perempuan sebagai ibu, istri, dan pekerja dengan merefleksikannya dalam cermin (pengilon). Mengapa cermin? Sebab cermin adalah satu benda yang erat hubungannya dengan perempuan. Hampir setiap hari, benda ini selalu digunakan oleh kaum hawa. Entah berapa kali, manusia melihat cermin sebab sejatinya memang mata manusia tidak bisa menjangkau semua lekuk tubuhnya sendiri.

Cermin menunjukkan manusia apa adanya, jelas tanpa ditutup-tutupi. Dalam release yang diterbitkan oleh tim perupa, aktivitas bercermin dituliskan sebagai kegiatan yang tidak hanya melulu berhadapan dengan benda bernama cermin. Melalui orang-orang di sekitar, manusia bisa bercermin dan mengetahui seperti apa dirinya. Manusia bisa memberikan pencerminan apakah itu bernilai baik atau pun negatif, sebagai manusia, kita harus bisa menerima penilaian itu.

Source ngangsukawruh.com ngangsukawruh.com/2018/04/29/bumbon-dan-babon-dalam-pameran-seni-rupa-pengilon
Comments
Loading...