Kesenian Jawa : Narasi Jogja Kembali Terpenggal

0 28

Beberapa waktu lalu, Dinas Kebudayaan DIY telah memilih sebanyak enam proposal film, dan didanai dengan dana keistimewaan untuk produksinya. Keenam film tersebut dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori fiksi dan dokumenter. Untuk kategori fiksi, tiga proposal yang terpilih adalah “Happy Family” (Hide Project Films), “Ruah” (Hibernasi Film) dan “Kleyang Kabur Kanginan” (Lookout Pictures Indonesia). Sementara untuk kategori dokumenter yang lolos ada “Jamu: Warisan Antar Generasi Perempuan” (Ruang Imajinasi Film), “Jogja Kembali” (Cinemato) dan “Sosrokusuman” (Labide Film).

Aan Ratmanto, pembuat ide film dokumenter “Jogja Kembali” menuturkan, ide tersebut awalnya berasal dari penelitian tesisnya beberapa waktu lalu yang ia coba gambarkan ke dalam bentuk visual. Filmnya tersebut mengisahkan tentang narasi atau sejarah “Jogja Kembali” yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia, khususnya Yogya. Dalam penggarapannya, Aan bersama tim menyertakan sebanyak delapan narasumber kompeten yang bisa menceritakan tentang kejadian tersebut. Mulai dari pelaku sejarah maupun guru besar ilmu sejarah. Selain itu iapun menyertakan sebuah animasi dalam filmnya, sebagai bagian isi cerita untuk menerjemahkan dokumen-dokumen tentang peristiwa tersebut.

Kami sudah berjalan selama 10 hari produksi film ini. Kira-kira sekarang sudah mencapai 60% untuk film ini. Kemarin sedikit mengalami proses syuting karena menyesuaikan jadwal dengan narasumber kami

kata Aan saat ditemui, kemarin di Kantor Dinas Kebudayaan DIY.

Source Dinas Kebudayaan tasteofjogja.org/isiberita.1iCj46hRZ16hJQ5zCx8lZdux-OrwjppkT8s_6_HMEZSk2AHtmaweq_Y5BGhArqbxVENyDN00GkS8ptMDCtTmvA
Comments
Loading...