Kesenian Jawa : Mubadah (Musik Bambu Qasidah)

0 25
Mubadah berasal dari kata Musik Bambu Qasidah, yang terdapat di daerah Banten dan sekitarnya. Namun dalam perkembangannya merebak sampai ke Kabupaten Pandeglang dan Bandung.
Waditra yang dipergunakannya terdiri dari:
– Gambang Awi sebagai pengiring lagu
– Seperangkat  Angklung sebagai pembawa lagu
– Goong Lodong sebagai Bass beberapa buah yang terdiri dari berbagai ukuran
Seni pertunjukkan Mubadah ini merupakan perkembangan dari pertunjukkan Qasidah yang melantunkan lagu-lagu islami yang diiringi perangkat Gamelan Awi. Kesenian ini peertama kali muncul di daerah Banten yang terkenal dengan beraneka ragam musik Angklungnya serta Qasidahan yang juga sangat memasyarakat di wilayah Banten. Perpaduan musik yang disajikan oleh tabuhan dari perangkat Gamelan Awi dengan lagu-lagu islami dardi pertunjukkan Qasidahan, menjadikan pertunjukkan ini lebih menarik dan meresap di hati para pendengarnya. Dalam perkembangan selanjutnya, Mubadah yang terdapat di daerah Pandeglang menambahkan alat tabuh lain seperti Bedug dengan ukuran kecil, sehingga pertunjukkan lebih meriah dan menarik.
Lagu yang di sajikan di antaranya:
– Yugan Qabla Maulidi:
Yaa Rabbi Shalli Ala Muhammad
Yaa Rabbi Shalli Alaihi Wassalam
Yaa Rabbi Ballighul Wassilah
Yaa Rabbi Khush Saum Billdilah
– Maulidil Barjanji
Lain lagi dengan yang terdapat di Ujung Berung Kabupaten Bandung, pertunjukkannya mirip Mubadah ini. Akan tetapi alat tabuhnya berbeda yaitu terdiri dari Terebang, Kohkol dan juga Angklung.
Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=545&lang=id

Leave A Reply

Your email address will not be published.