Kesenian Jawa : Menulis & Membaca Aksara Jawa

0 29

Pawiyatan Jawa yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan DIY, rutin dilaksanakan pada hari Jum’at dan Minggu, di Pendhapa Pangrawiting Aji, Dusun Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bantul. Meski kegiatan diliburkan selama bulan Ramadhan, tetapi tidak mengurangi antusias dan semangat para siswa untuk melanjutkan pembelajaran. Jum’at, 13 Juli 2018, latihan perdana setelah libur selama satu bulan lebih. Kids zaman now, tetap menjunjung dan melestarikan budaya yang adi luhung.

Eksistensi tersebut berkat dukungan pemerintah desa dan pihak-pihak terkait. Zaman now, tidak banyak anak-anak yang mampu menulis dan membaca aksara Jawa, tidak mudah dan tidak sulit untuk mempelajarinya. Ibu Suyati selaku instruktur pawiyatan menggunakan metode yang fun, sehingga para peserta dapat mengikuti pawiyatan dengan senang dan tercapai indikator pembelajaran. Materi pada malam tersebut berkaitan dengan sandangan Wyanjana.

Sandangan Wyanjana sebagai pengganti huruf re, ra dan ya ketika berdiri sebagai pasangan atau ra yang melekat pada huruf yang lain. Indikatornya, para peserta mampu membaca dan menulis tulisan beraksara Jawa yang dibubui dengan sandangan Wyanjana.

Kunci agar dapat meulis aksara Jawa dengan benar, harus menguasai banyak kosa kata dan diterapkan pada kalimat

Ibu Suyati yang memberikan tip jitu kepada para peserta. Peserta yang terdiri dari siswa SD dan SMP sejumlah 30, lebih dari 75 % peserta mampu menulis dan membaca aksara Jawa benar.

Source Dinas Kebudayaan tasteofjogja.org/isiberita._aklEfjp8KTACZ2Rb1eLJATtL4D_RBnqpp_FvMvbdF-PSVa5gtOFCq2la9BEtUJXkewdRo9rH3zeezb7tLxgcQ
Comments
Loading...