Kesenian Jawa : Mamanukan, Kehilangan Besar Bagi Warga

0 61
Dan merambah ke wilayah selatan Subang yang memiliki perbedaan dalam kultur budaya dan bahasa. Hal itu sangat mungkin dikarenakan anak-anak yang akan menjadi Pengantin Sunat ini merasa lebih tertarik menaiki Sisingaan jenis baru yang lebih mewah dan meriah. Secara budaya, kesenian jenis baru yang lahir karena adanya percampuran atau asimilasi budaya ini tak lagi memiliki atau mewakili entitas seni masyarakat Jawa Barat. Kesenian jenis ini adalah kesenian modern berorientasi komersil yang mengadopsi budaya sisingaan sebagai budaya asli masyarakat Subang, Jawa Barat.
Sisingaan yang dahulu selalu diiringi gerak pencak yang elegan kini mulai berganti dengan tari-tarian populer seiring dengan hentakan musik Cirebonan atau Pantura. Tak ada lagi kawih atau kidung Buhun yang akan mampu membangkitkan rasa kecintaan masyarakat kepada seni dan tradisi leluhurnya. Kehadiran Sisingaan atau Arak-arakan jenis baru yang kini lebih dikenal dengan sebutan Mamanukan ini tentunya menjadi sebuah kehilangan besar bagi sebagian masyarakat yang masih merindukan kesenian tradisional Sisingaan yang merupakan seni budaya asli warisan leluhur.
Bukan tidak mungkin pula jika dalam 50 atau 100 tahun kedepan kesenian ini tak lagi dikenal oleh masyarakat Subang dan tanah Pasundan. Namun demikian, tentunya masih tetap ada sebagian kecil masyarakat Subang yang masih berusaha untuk tetap mencintai dan melestarikan kesenian asli Sisingaan atau Pergosi
Source dotgo.id dotgo.id/2017/04/mamanukan-dan-sisingaan-budaya.html
Comments
Loading...