Kesenian Jawa : Lomba Jemparingan Gaya Mataram

0 11

Lomba jemparingan gaya Mataram pada Minggu, 26 Februari 2017. Bertempat di lapangan Trirenggo Bantul, event yang baru digelar untuk pertama kalinya ini akan memperebutkan trophy dari Dinas Kebudayaan DIY dan Kraton Ngayogyakarta Hadinigrat.

Event ini digelar sebagai langkah Disbud dan Kraton Ngayogyakarta melestarikan salah satu ajaran adiluhung yang sarat makna filosofis dari Pangeran Mangkubumi

ujar KRT Wijoyo Pamungkas, selaku Panitra Gendhewa Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam acara jumpa pers yang digelar di Pendapa Dinas Kebudayaan DIY, Kamis. Event ini juga merupakan kegiatan yang berbeda dari biasanya, karena lanjut Wijoyo event ini tidak ada kaitannya dengan olahraga panahan yang digagas KONI.

Tidak ada atlit panahan dalam lomba ini, tidak ada rivalitas pula diantara satu pemanah dengan pemanah lain. Semuanya adalah pelaku budaya karena berperan melanjutkan tradisi leluhur

Jemparingan tradisional Mataraman Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki landasan filosofis “Pamenthanging Gandhewa Pamanthenging Cipta” yang artinya pembentukan watak (karakter) pribadi yang pandai, cerdas, berkonsentrasi sebagai langkah awal melakukan suatu tujuan. Event ini pun terbilang lain daripada yang lain karena masing-masing pesertanya nanti diwajibkan untuk mengenakan busana Jawa lengkap, khususnya busana Mataraman (abdi dalem : busana pranakan, umum : takwa atau surjan). Selain itu dalam membidik sasaran nanti pemanah diwajibkan duduk bersila, dengan memposisikan busur mendatar (horizontal) sejajar dengan dada pemanah.

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/isiberita.U4xFM4QdpF4Q7IBsivNa2NLEaxcwbEyB_of1nmpsOJzZn4dRaLmXhXO8HPJsbdGIvhiGNfbeAl1VFblGbfC07Q
Comments
Loading...