Kesenian Jawa : Lakon Bentuk Wayang Sada (Lidi)

0 30

Wayang sada (lidi), pertama kali dibuat Marsono, dari Dusun Gunungbang, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, pada 2011. Karena itu, boleh disebut bahwa Marsono-lah penemu wayang sada. Marsono (69), membuat wayang ini terdorong dari keprihatinannya akan nasib wayang. Untuk melestarikannya, menurut Marsono, harus dimulai dari dan diperkenalkan kepada anak-anak. Wayang lidi, terbuat dari lidi muda atau masih basah, agar mudah dibentuk (lentur), dan dianyam sedemikian rupa, sehingga terbentuk wayang; mengusung tema ramah lingkungan dan bercita rasa seni dalam pembuatannya.

Masa kecil Marsono, dulu pernah membuat wayang dari tangkai ketela pohon. Marsono menggunakan tali nilon, juga agel pada persendian wayang, agar bisa digerak-gerakkan dan cukup kuat. Wayang yang sudah jadi, dipernis, dan dijauhkan dari kelembaban. Anak-anak yang mengikuti kegiatan lokakarya pembuatan wayang sada, dengan penuh perhatian mendengarkan dan mengamati Pak Marsono membuat wayang. Untuk menyemangati mereka, Pak Marsono menghadiahi wayang sada buatannya kepada anak-anak yang sudah berupaya membuat dengan sebaik-baiknya.

Selain dibuat dari bahan alami, tumbuhan kelapa, dengan wayang sada juga diangkat tema lingkungan dalam lakonnya. Wayang sada, kerajinan dan seni pertunjukan khas perdesaan, sudah menjadi koleksi Museum Wayang Kekayon Yogyakarta. Secara bersamaan, juga dipertunjukkan pembuatan wayang dari kertas karton. Ki Tertib Sumarto, pembuatnya, dengan rendah hati menegaskan bahwa dirinya hanya meniru atau meneruskan wayang sada.

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/isiberita.X1qljgO2Il02ev-fPEUhUitLYDW1E30Ffk83uUyjRcTCCuVQI6dhEOOZJGQPNV1M8G39qgoAm_Uu00Uu5j42ng
Comments
Loading...