Kesenian Jawa : Kuda Renggong, Metatesis dari Ronggeng

0 18

Kuda Renggong sudah tidak asing lagi di telinga Anda, namun belum banyak yang mengenal sejarah atau filosofinya. Kata Renggong di dalam Kuda Renggong merupakan metatesis dari kata ronggeng yaitu kamonesan (keterampilan) cara berjalan kuda yang telah dilatih untuk menari mengikuti irama musik terutama kendang. Ada dua kategori pertunjukkan Kuda Renggong, yaitu sebagai kuda tunggangan dalam arak-¬arakan anak sunat dan Kuda Renggong yang dipertontonkan pada saat-saat tertentu seperti upacara peringatan hari besar, menerima tamu kehormatan, atau festival.

Untuk acara sunatan, Kuda Renggong dipagelarkan sehari sebelum pelaksanaan menyunat. Setelah anak sunat selesai mengikuti upacara khusus dan diberi doa, selanjutnya dengan berpakaian wayang tokoh Gatotkaca (khusus anak sunat laki-laki), anak sunat tersebut dinaikkan ke atas Kuda Renggong, untuk kemudian diarak mengelilingi desa. Ketika anak sunat diturunkan dari Kuda Renggong, biasanya dilanjutkan dengan acara saweran (menaburkan uang logam dan beras putih). Acara sawer ini, menjadi acara yang ditunggu-tunggu, terutama oleh anak¬anak desa.

Berbeda dengan pertunjukan pada acara sunatan, para peserta festival Kuda Renggong, biasanya dikumpulkan di area awal keberangkatan, di jalan raya depan kantor Bupati. Mereka berasal dari perwakilan desa atau kecamatan se¬-Kabupaten Sumedang. Sebelum festival dimulai, para peserta dilepas satu persatu mengelilingi rute jalan yang telah ditentukan panitia. Sementara pengamat yang bertindak Juri.

Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=365&lang=id

Leave A Reply

Your email address will not be published.