Kesenian Jawa : Kesenian Rampak Bedug, Warisan

0 52

Masyarakat Banten memiliki kebiasaan menghadirkan tradisi baru dengan konsep tradisi lama yang telah ada dan menghidupkannya kembali sebagai tradisi masyarakat Banten. Seperti yang terdapat pada kesenian Rampak Bedug, mula-mula kesenian Rampak Bedug ini merupakan kebiasaan yang dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan. Rampak Bedug merupakan seni bedug yang menggunakan waditra berupa banyak bedug yang yang ditabuh secara serempak sehingga mengahasilkan irama khas yang enak didengar.

Kesenian ini dipadukan dengan gerakan Pencak Silat khas Banten dan Shalawatan. Pencak Silat yang digunakan merupakan seni bela diri masyarakat Banten dan Shalawat merupakan pujian-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW yang keduanya adalah tradisi masyarakat Banten yang sudah ada dari masa Kesultanan Banten berdiri. Hal inilah yang juga terlihat dalam Motif Batik Banten, motif-motif yang telah ada pada masa lalu coba dihidupkan kembali saat ini dengan media yang berbeda.

Motif-motif yang terdapat pada gerabah dan keramik masa Kesultanan Banten terungkap ketika dilakukannya penelitian arkeologis di situs Keraton Surosowan. Motif-motif tersebut lalu direkonstruksi dalam media pakaian tradisional Indonesia, yaitu batik. Tidak hanya itu, untuk lebih memaknai batik Banten ini, para putra daerah Banten lalu menamai motif-motif ini dengan nama toponim desa-desa di Banten Lama, nama gelar pangeran dan sultan, juga nama tata ruang keraton Kesultanan Banten. Dalam pewarnaan.

Source wisatadanbudaya.blogspot.co.id wisatadanbudaya.blogspot.co.id/2010/02/motif-batik-banten-sejarah-cerita-dan.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.