Kesenian Jawa : Kesenian Lenong, Teater di Betawi

0 241

Kesenian Lenong

Lenong merupakan salah satu bentuk teater peran di Betawi yang mulai berkembang di akhir abad ke–19. Sebelumnya, masyarakat Betawi mengenal komedi stambul dan teater bangsawan. Komedi stambul dan teater ini dimainkan oleh bermacam suku bangsa dan menggunakan Bahasa melayu. Orang Betawi meniru pertunjukan itu. Hasil pertunjukan mereka kemudian disebut lenong. Musik pengiring lEnong adalah gambang kromomng, yang memperlihatkan pengaruh luar yang diembangkan ole masyarakat Cina Peranakan.

Terutama dengan adanya instrument rebab beradawai dua yang terdiri dari tiga jenis : tehyan, kongahyan, dan sukong. Sebagaimana Gambang Kromong, lenong pun dimasa awal perumbuhannya berkembang karena dukungan masyarakat Cina Peranakan. Selain alat music gesek tersebut, lenong gambang kromong dilengkapi dengan alat musik yang diduga berasal dari Betawi, seperti gambang, kromong, kendang, gong, kempor, ningnong, dan kecrek. Dalam pertunjukkannya lenong menggunakan panggung berbentuk tapal kuda.

Panggung ditata dengan baik dan menggunakan dekorasi yang disebut seben. Seben terdiri dari beberapa layer selebar 3 x 5 meter yang bergambar berbagai macam corak. Pemain Lenong disebut panjak dan ronggeng. Panjak artinya pemain laki – laki dan Ronggeng pemain perempuan. Jumlah pemain lenong tidak terbatas, tergantung kebutuhan. Pertunjukkan lenong dibagi atas 3 bagian. Sebagai Pembukaan dimainkan lagu – lagu berirama Mars (Mares dalam istilah setempat) secara instrumental untuk mengundang penonton datang juga.

Source jakarta-tourism.go.id jakarta-tourism.go.id/2017/news/2018/01/kesenian-lenong
Comments
Loading...