Kesenian Jawa : Jogja – Netpac Asian Film Festival

0 25

Jogja-Netpac Asian Film Festival diadakan. Semangat awal pendiriannya untuk memperkenalkan film-film Asia di Indonesia, dengan harapan orang semakin menyadari bahwa perbedaan itu nyata. JAFF juga menjadi tempat bagi komunitas film untuk bertemu dengan film maker profesional. Bicara JAFF, maka tak lepas dari nama-nama seperti Garin Nugroho, Budi Irawanto, Philip Cheah, dan Ismail Basbeth yang mendirikan JAFF pada 2006 lalu. Pada 2 November 2017 lalu, Ismail Basbeth selaku Direktur Program JAFF tahun ini berbagi cerita.

Ismail bukan orang baru dalam dunia perfilman Indonesia. Ia adalah seorang sineas autodidak yang pernah belajar di Berlinale Talent Campus di Jerman dan Asian Film Academy di Korea Selatan. Sederet film pernah disutradrainya, seperti Another Trip to the Moon (2015), Mencari Hilal (2015), dan Talak Tiga (2016). Mobil Bekas dan Kisah-kisah dalam Putaran (2017) adalah film panjang keempatnya yang ikut diputar dalam perhelatan JAFF tahun ini. Kali ini, ia berkisah soal semangat pendirian JAFF dan bagaimana posisinya di antara festival film lain di Indonesia saat ini.

Kalau bicara posisi JAFF, saya harus bicara JAFF dari awal pendirian. Saya ada di JAFF sejak tahun pertama didirikan, waktu itu saya volunteer program. Garin ingin bikin festival film bersama Philip Cheah, dari NETPAC. Dia pengin bikin di Jogja. Kemudian, waktu itu Mas Budi, Garin & Philip bertemu

Source tirto.id tirto.id/jaff-ada-untuk-memperkenalkan-film-asia-di-indonesia-cBoM
Comments
Loading...