Kesenian Jawa : Gelar Budaya Yogyakarta Sendratari

0 161

Selama dua hari (26-27 Juli 2016) Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta menggelar acara Gelar Budaya Yogyakarta 2016. Perhelatan pameran produk budaya dan pentas kesenian rakyat diselenggarakan di kawasan Taman Budaya Yogyakarta, sementara di Kraton Yogyakarta sebagai rangkaian acara yang tidak terpisah ditampilkan Pentas Tari Catur Sagatra selama dua malam berturut-turut. Pentas Tari Catur Sagatra dibuka secara resmi oleh Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwana X, Selasa (26/7) malam di Pagelaran Kraton Yogyakarta didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dan Kepala Dinas Kebudayaan DIY Umar Priyono.

Pentas Tari Catur Sagatra menampilkan sendratari/beksan dari empat kraton Mataram. Pada Selasa (26/7) malam Kasultanan Yogyakarta menampilkan wayang wong gagrak Yogyakarta oleh Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Kridha Mardawa membawakan lakon Begawan Ciptoning Mintaraga dilanjutkan penampilan Drama Tari Topeng Kilapawarna oleh Kasunanan Surakarta. Pada hari Rabu (27/7) Kadipaten Pura Mangkunegaran akan menampilkan Langendriyan Menakjingga Lena dilanjutkan penampilan Langen Beksan Rama Narpati dari Kadipaten Pura Pakualaman.

Langendriyan merupakan drama tari Jawa yang memfokuskan pada unsur tari dan unsur suara. Jika pementasan wayang orang/wong umumnya menggunakan dialog antawacana (percakapan biasa) dan kadang-kadang ada sedikit tembangnya, pada pementasan Langendriyan semua dialognya menggunakan tembang. Langendriyan di Surakarta pada mulanya tumbuh di Mangkunegaran pada zaman pemerintahan K.G.P.A.A. Mangkunegoro IV (1853-1881). Sementara beksan adalah tarian berpasangan perang.

Source Dinas Kebudayaan tasteofjogja.org/isiberita.EkYx2ZrJe0kblJCnaGEzmDgCsFH1QS_qUQOacYyRT2mk2AHtmaweq_Y5BGhArqbxVENyDN00GkS8ptMDCtTmvA
Comments
Loading...