Kesenian Jawa : Doger (Ronggeng), Perempuan Penyanyi

0 24
Doger adalah sebutan lain untuk ronggeng, yaitu perempuan yang memiliki kemampuan menyanyi dan juga menari. Bentuk pertunjukannya serupa dengan Ketuk Tilu. Gerakan tarinya tidak mempunyai pola khusus dan setiap penari bebas mengungkapkan gerak sesuai dengan keinginannya. Doger, biasanya menari bersama penari laki-laki. Kesenian tersebut berkembang sekitar akhir abad ke-20 di kawasan perkebunan Kabupaten Subang. Pada masa itu, di Subang terdapat sebuah perusahaan perkebunan yang bernama Pamanoekan and Tjiasem Land (P&T Land) yang dipimpin oleh Hofland yang sangat peduli terhadap kesejahteraan para buruh.
Hal ini berdampak pada meningkatnya penghasilan para buruh sehingga meningkatkan taraf hidup mereka. Para kuli kontrak mendapatkan gaji yang tinggi bila dibanding dengan upah buruh di daerah lain. Kondisi ini sangat menunjang terhadap kehidupan seni doger yang kian mendapat tempat di hati masyarakatnya karena dapat menghibur para kuli kontrak. Kesenian doger dan ronggeng di Jawa Barat terdapat di dua wilayah, yaitu di wilayah pesisir (bagian utara) dan di pegunungan (bagian selatan).
Awalnya kesenian ini dibawa oleh para seniman bebarang (keliling) yang dibawa ke daerah perkebunan. Dari persentuhan antara ronggeng dan kesenian rakyat, maka lahirlah kesenian doger. Setiap akhir pekan, ketika para kuli kontrak menerima gaji, kelompok doger menggelar pertunjukannya berbarengan dengan diselenggarakannya pasar malam. Tempat tersebut dianggap subur.
Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=911&lang=id

Leave A Reply

Your email address will not be published.