Kesenian Jawa : Cara Memainkan Dog – Dog Lojor

0 442

Instrumen ini dimainkan dengan cara ditabuh, sehingga mengeluarkan bunyi ‘dog… dog…’. dan jugaa.. Bunyi itulah yang menjadi asal muasal nama alat musik ini. Arti : ‘Lojor’ yang berarti panjang, sesuai kayak bentuknya yang memiliki panjang hampir 1 meter. Bahan : Alat musik yang khas ini terbuat dari kayu, berbentuk silinder memanjang. Bagian tengahnya dibuat berongga, dengan salah satu sisinya ditutup dengan membran dari kulit kambing.

Kulit kambing ini direnggangkan dengan cara diikat dengan seutas tali dari kulit bambu. Tingkat kerenggangan dari kulit kambing ini menentukan bunyi yang dihasilkan lho..! Sejarah : Dogdog lojor ini diduga berkembang pertama kalinya dari Kabupaten Lebak, sisi selatan Banten. Instrumen ini menjadi salah satu pengiring dalam ritual adat masyarakat setempat seperti seren taun atau ruwatan. Tabuhan dogdog lojor dibawakan oleh sejumlah pemain secara riang gembira sebagai wujud rasa syukur akan hasil panen yang melimpah.

Cara Pementasan : Salah satu variasi pengembangan fungsi instrumen ini terwujud dengan adanya prosesi ngadu dogdog. Dalam prosesi ini, dua kelompok pemain dogdog lojor dan angklung yang saling berhadapan dan mengadu ketangkasannya. Masing-masing berupaya memukul dogdog milik lawannya. Adu ketangkasan ini dibungkus dengan gaya jenaka sehingga menjadi tontonan yang menghibur para penonton.

Source banrisapaaja.blogspot.co.id banrisapaaja.blogspot.co.id/2014/11/dog-dog-dog-dog-itulah-bunyi-yang.html
Comments
Loading...