Kesenian Jawa : Bajing Kiring, Silat Kecamatan Cikampek

0 26

Bajing Kiring dan sejarahnya. Bermula pada awal tahun 1931, Perkumpulan Pencak Silat ini dikenal dengan nama “Panca Wargi”. Sampai pada tahun 1945 perguruan Pencak Silat ini di berikan kepercayaan untuk melatih tentara Batalyon 317 di daerah Karawang. Pada era tahun 1980-an, perguruan ini berganti nama menjadi “Bajing Kiring” setelah diadakan pelantikan kepengurusan yang baru tepatnya tanggal 27 Februari 1982. Konon menurut mereka, nama Bajing Kiring bertujuan untuk mencari berkah dari Tuhan YME agar para anggotanya mempunyai jiwa yang besar, berbudiluhur, hormat dan taat kepada orang tua serta bertaqwa terhadap Tuhan YME, dengan semboyan Elmu Luhung Teu Adigung, Sakti Did Teu Kumaki, Usik Yakin Kersaning Illahi.

Tokoh yang hingga kini masih terus mempertahankan keberadaan perguruan seni pencak silat ini adalah H.M. Tjetje Nurdin bersama dengan empat orang saudaranya, yaitu Abu dan Encep Permana yang hingga kini masih diakui sebagai guru besar bagi para anggotanya. Seni Pencak Silat ini sering kali dipertunjukkan pada acara-acara baik dalam skala nasional, seperti Upacara 17 Agustusan, maupun pada upacara pernikahan atau khitanan, dan lain-lain. Dengan jumlah pemain antara 10 sampai dengan 40 orang, tergantung dari kebutuhan acara yang digarapnya, pertunjukan ini cukup praktis untuk Anda undang pada acara-acara khusus Anda di tempat yang Anda inginkan.

Lokasi:  Kecamatan Cikampek

Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=550&lang=id
Comments
Loading...