Kesenian Jawa : Arak-arakan, Peristiwa Kesenian (Ramai)

0 16

Istilah yang biasa dipakai untuk menamakan suatu peristiwa kesenian atau “keramaian,” yang terkait dengan suatu pesta perayaan. Arak-arakan selalu mengandung aspek berjalan, pawai, yang bergerak dari suatu tempat ke tempat yang lain. Sesuatu yang diarak adalah yang dibawa berjalan (keliling) dengan diramaikan atau ditonjolkan. Istilah lain yang memiliki arti serupa adalah karnaval (dari bahasa Inggris carnival). Dalam banyak tradisi, perayaan individual atau keluarga seperti khitanan dan pernikahan, biasa disertai arak-arakan.

Demikian pula untuk perayaan upacara-upacara komunal, seperti bersih désa, sedeka bumi, pésta laut, ngarot, sekaten, tabuik, hari kemerdekaan, hari-jadi kota, dll. Arak-arakan boleh dibilang acara yang paling meriah dari suatu rangkaian upacara, karena paling menampak pada publik, melibatkan partisipasi paling banyak orang, paling ramai, dan paling lebar jangkauan arealnya–karena bergerak atau berkeliling. Pelbagai penampilan bisa hadir dalam acara itu, mulai dari anak-anak dengan seragam sekolah, pegawai negeri dengan seragam Korpri, musik, tari-tarian, sulap, atraksi kocak, sampai pada demonstrasi kekebalan tubuh.

Tapi arak-arakan tidak sekedar ramai-ramai, atau senang-senang. Ia memiliki makna yang kompleks, yang timbul dari kesadaran ataupun bawah-sadar–karena itu tidak semuanya bisa ditebak dengan mudah apa “artinya.” Ada yang sekedar senang-senang, turut bergembira meramaikan, ada yang menunjukkan kemakmuran, keberuntungan atau kemalangan kelompoknya, dan ada juga yang berupa sindiran.

Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=901&lang=id

Leave A Reply

Your email address will not be published.