Kesenian Jawa : Ajang Lomba Pencarian Bakat DIY

0 147

Ajang lomba pertunjukan seni betul-betul dapat memperlihatkan sumber daya manusia berbakat (di wilayah Kotagede misalnya), yang selama ini mungkin mereka tidak pernah mendapat kesempatan tampil. Ibarat mutiara, ternyata terserak banyak mutiara berkilau yang tersembunyi, dan mungkin bisa ditambah kilaunya. Mereka terlihat benar bisa unjuk ketrampilan, bahkan menurut Brisman HS, yang telah lama menekuni dunia perfilman, salah satu juri pencarian bakat pada 2017, mereka yang tidak pernah diberi kesempatan tampil, justru bagus dalam penampilannya, dibandingkan dengan yang sudah sering tampil.

Keunikan dengan karya yang dipertunjukkan peserta, kemasan pertunjukannya, penguasaan panggung, musik pengiring dan tampilannya, serta tingkat keberhasilan pesan yang sampai pada penonton, mendapat perhatian dari juri lainnya, Agus ’Patub’ Budi Nugroho, seniman Daerah Istimewa Yogyakarta yang sarat pengalaman dalam pertunjukan musik. Meskipun tidak apple to apple (membandingkan sesuatu yang belum tentu sepadan), juri punya baku mutu nilai terhadap setiap tampilan peserta.

Aspek yang dihitung banyak, namun prestasi dan keterkenalan tidak termasuk hal yang memengaruhi penilaian, tegas Hendi Setio Yulianto, tokoh masyarakat dan panitia lomba pencarian bakat di Kotagede. Melalui ajang lomba, sumber daya manusia yang punya bakat dan minat seni, baik secara perseorangan maupun kelompok, yang tidak punya atau punya sanggar, atau pun kelompok lainnya, bisa terbantu menyalurkan kemampuannya. Lomba pencarian bakat Kotagede.

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/isiberita.hhCHMZCJ84ozJj9IflLVkxYZrOBoeLvVBGwHQJ7rQhbMiVP-bwlOc1vc3pIN2V_cTMODRKS5mxkoPej8_N6HPw
Comments
Loading...