Kesenian Jaranan Desa Karangrejo Blitar

0 89

Kesenian Jaranan Desa Karangrejo Blitar

Desa Karangrejo, Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda, Desa Karangrejo memiliki 4 kelompok atau paguyuban jaranan di masing-masing dusun yaitu :

  1. Jaranan “ Tejo Turonggo Mudho “ pimpinan Bopo. Sutarji Widodo
  2. Turonggo “Lestari Budoyo “ pimpinan Bapak Mujianto
  3. THS “ Turonggo Hendri Saputro” pimpinan Bapak Suyanto Petruk
  4. Turonggo “ Sejati Mudho “ Pimpinan Bapak Suryani

Masing-masing kelompok kesenian jaranan ini apa yang ditampilkan tidak selalu sama, contohnya urutan tampilan dari kelompok jaranan “ Tejo Turonggo Mudho “ dan mempunyai istilah masing-masing :

  • Jaranan Treil yaitu penampilan anak-anak
  • Jaranan Pegon  yaitu penampilan remaja cewek
  • Barongan anak-anak dan
  • Perampokan yaitu penampilan serangkaian cerita dari barongan besar, jaranan, celeng, ganongan, kethekan, dan bantengan, tampilan ini membutuhkan waktu agak lama.

Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan , kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling/kaca dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut.

Di sebagian besar wilayah Jawa Timur, tari Jaran Kepang biasanya ditampilkan bersama Reog Ponorogo dan Bantengan, namun juga sering ditampilkan sendiri sesuai dengan adat yang berkembang di suatu desa masing-masing.

Konon, tari kuda lumping adalah tari kesurupan. Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda. Versi lain menyebutkan bahwa, tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I, Raja Mataran untuk menghadapi pasukan Belanda.

Tentang asal-usul tarian ini amat beragam, sesuai dengan tradisi dan pengaruh budaya pada masa kerajaan yang berkuasa dahulu. Bagi masyarakat Jawa Timur sebelah barat ( Blitar, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, dan Pacitan). Untuk masyarakat Desa Karangrejo dan sekitarnya bagi yang menginginkan mengundang atau menyewa bisa menemui masing-masing pimpinan jaranan dengan biaya atau tarif sangat ekonimis.

Source Kesenian Jaranan Desa Karangrejo Blitar Karangrejo Kecamatan Garum
Comments
Loading...