Kesenian Gong Cik Kabupaten Pati

0 187

Di Jawa Tengah, tepatnya di kabupaten Pati di samping dikenal adanya Pencak sebagai bela diri, dikenal pula Gong Cik atau Pencak-Pencik/Mencik” (tari Pencak Silat). Begitu eratnya hubungan batin masyarakat Pati dengan seni Pencak Silat (Gong Cik), hingga banyak anggota masyarakat Pati yang menghubungkan kata Gong Cik tidak dengan bela diri, akan tetapi dengan tari.

Gong Cik berasal dari kata “Gong” yang berarti nama alat musik tradisional (Gong), “Cik” merupakan kata dasar dari kata “Mencik” yang berarti pencak silat. diterjemahkan menjadi Tari Pencak. Tapi Kebanyakan para tokoh sepuh Pencak Silat di Pati kurang setuju jika Gong Cik disebut Tari Pencak, karena kata “tari” cenderung lebih menitikberatkan pada unsur tarinya, yaitu suatu seni yang menampilkan keindahan gerak meskipun gerakannya diambil dari unsur-unsur pencak silat. Ada sebagian orang berpendapat bahwa Gong Cik adalah bagian dari Pencak Silat dan bisa digunakan sebagai untuk membela diri jika dilatih dengan rutin.

ASAL MULA GONG CIK
Sejak kapan dan apa yang melatar belakangi munculnya Gong Cik? Hal ini memerlukan penelitian yang mendalam. Ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa Gong Cik diciptakan sebagai kamuflase dari beladiri yang dilarang pada zaman penjajahan Belanda, di mana dinyatakan bahwa pada saat itu para Pendekar yang ingin menyebarkan Pencak Silat terbentur pada larangan yang dikeluarkan oleh pemerintahan kolonial, sehingga untuk menyiasatinya dibuatlah Gong Cik agar Pencak Silat tetap boleh diajarkan. Gong Cik ditampilkan kepada masyarakat umum sedangkan beladirinya tetap diajarkan secara sembunyi-sembunyi. Untuk kasus-kasus tertentu hal ini mungkin ada benarnya, namun bagi kasus yang lain pendapat ini belum tentu tepat.
Gong Cik dapat berkembang di perguruan bukan di aliran Pencak Silat, hal ini terjadi karena biasanya pada suatu aliran Pencak Silat sudah terdapat aturan baku baik dari segi filosofis maupun teknis yang tidak boleh diubah, ditambah maupun dikurangi oleh para pengikutnya. Berbeda halnya dengan di perguruan Pencak Silat yang dipimpin oleh Pendekar yang biasanya sudah mempelajari berbagai aliran, sehingga memiliki wawasan yang luas dan tidak terlalu kaku dalam mengembangkan Pencak Silat. Di dalam suatu perguruan biasanya teknik-teknik dari berbagai aliran selain tetap dipertahankan keasliannya namun tidak menutup kemungkinan kemudian dicoba dicampur sehingga menjadi bentuk baru yang menjadi ciri khas perguruan itu. Di sinilah banyak terjadi pengolahan teknik, termasuk pengolahan aspek seni dalam bentuk Gong Cik.
MANFAAT GONG CIK DALAM BELADIRI
Seorang pesilat yang hanya belajar Gong Cik atau baru belajar Gong Cik pasti tidak akan bisa dijadikan sebagai alat pembelaan diri yang efektif. Jangankan Gong Cik, pesilat yang mampu memainkan jurus ganda dengan baik belum tentu juga mampu menggunakan teknik beladiri dengan baik. Penampilan kategori ganda atau berpasangan adalah latihan atau peragaan berpasangan dari pesilat yang menampilkan serang bela. Di dalam ganda masing-masing pesilat saling memberi kesempatan kepada mitranya untuk menggunakan jurusnya yang sudah diatur sebelumnya.
Dengan ganda pesilat belajar perbendaharaan teknik Pencak Silat dalam hal belaan dan serangan. Mengasah untuk saling memberi dan toleransi kepada mitranya, melatih timing yang tepat dalam bergerak. Dengan belajar beladiri, kita dituntut untuk dapat menghadapi serangan apapun dalam situasi apapun. Tidak ada aturan dalam usik, tujuan utamanya adalah mampu mengalahkan lawan. Jadi semua memiliki porsinya masing-masing.
Sebenarnya di dalam Gong Cik, teknis Pencak Silat sudah cukup lengkap, mulai dari juruskuda-kudapasang, perpindahan posisi, hingga pola langkah. Tapi memang, di dalam Gong Cik dimasukkan elemen kembangan untuk mempermanisnya, yang kadang memang lebih banyak didominasi unsur tarian. Seorang pesilat yang telah menguasai Gong Cik dengan baik harus melalui tahapan tertentu dengan metode latihan tertentu pula agar mahir pula dalam membela diri, tidak cukup hanya mempelajari Gong Cik terus menerus.
Pesilat yang telah mengetahui aplikasi dari Gong Cik yang dibawakannya akan lebih menghayati setiap gerakannya. Penempatan tenaga antara rileks dan keras akan semakin baik, demikian juga penggunaan ekspresi akan lebih greget karena pesilat tersebut sedang membayangkan seolah-olah sedang menghadapi lawan.
Keberadaan Gong Cik di perguruan Pencak Silat tergantung pada kebijakan perguruan itu sendiri. Jika secara tradisi di suatu perguruan diajarkan Gong Cik, maka hal itu patut dilestarikan keberadaannya bahkan harus lebih dikembangkan lagi dengan menciptakan gerakan-gerakan Gong Cik yang baru disesuaikan dengan kebutuhan
Source Kesenian Gong Cik Kabupaten Pati Kesenian Gong Cik Kabupaten Pati
Comments
Loading...