Kesenian “Golek Gendong” Banyumas

0 97

Golek gendong dikenal juga dengan nama Buncisan. Golek dalam bahasa Banyumasan berarti boneka. Boneka, seperti kita ketahui bersama, sering diikutsertakan dalam pertunjukan tradisi. Entah sekedar dolanan bocah hingga ritual. Tentu saja dengan bentuk beraneka rupa. Bedanya, dalam Golek Gendong bukan boneka yang digendong si penari. Melainkan penari (yang seolah) digendong boneka.

Berasal dari Banyumas

Seni ini diperkirakan berkembang pada abad ke-18 di Banyumas. Ini berkaitan erat dengan kisah Raden Prayitno yang digendong makhluk berwajah seram setelah mengalahkan pesaingnya saat melamar Dewi Nur Kanthi. Ada yang mengartikan buncis dari senjata yang dipakai sang Raden. Bun adalah buntara atau gagang keris. Dan cis adalah serupa keris kecil.

Sementara itu, versi lain mengatakan buncis dari kata bundhelan cis. Bundhelan adalah simpul atau sesuatu yang harus dipegang teguh, sementara cis bermakna kata yang keluar sebagai lisan seseorang. Sehingga ini dimaknai sebagai perkataan baik yang menjadi pegangan. Istilah ini diperkirakan muncul pada saat pasukan Pangeran Diponegoro mengungsi ke wilayah Banyumas. Mereka sering mengadakan pertunjukan buncisan untuk menghibur diri. Dan dari situlah makna bundhelan cis muncul. Disini, perkataan baik yang dimaksud adalah perintah Pangeran Diponegoro untuk sadhumuk bathuk sanyari bumi.

Sedangkan di Purbalingga, mbuncis adalah memelas. Tak heran aura kesedihan juga terdengar dari instrument pengiringnya. “Harus gendhing tlutur”. Gendhing tlutur ini khusus menggabarkan suasana duka cita. Tapi tidak berarti juga diputarkan di pemakaman. Identik dengan gesekan rebab yang menyayat. Salah satu gendhing tlutur adalah Laler Mengeng. Gendhing yang dilarang dimainkan saat pagelaran wayang kulit.

Oleh sanggar Satria Blakasutha, pertunjukkan golek gendong diibaratkan dengan paduan gerak dan cerita tentang santri dan kiai atau raja dan rakyatnya. Usai menari dengan iringan gendhing tlutur, mereka akan masuk dan baru keluar setelah irama bercorak kebahagiaan mengumandang. Pergantian alunan itu seperti harapan para seniman. Kebahagiaan seniman adalah ketika pemerintah memperhatikan nasib mereka dan terpenting masyarakat merasa membutuhkan seniman.

Mbah Buncis

Mbah Buncis merupakan salah satu tokoh sentral dalam seni Golek Gendong. Golek Mbah Buncis menjadi satu yang identik dengan golek gendong. Boneka ini terbuat dari kayu dan seukuran orang dewasa. Penari golek akan memasangkan Mbah Buncis di bagian depan. Tak ketinggalan tambahan properti berupa kain berbentuk tubuh bagian belakang diletakkan di punggung bawah penari. Ini untuk semakin mengesankan seolah Mbah Buncis lah yang mengendong penari.

Untuk pemilihan warna kostum, hitam memang mendominasi. Selain itu Mbah Buncis pun identik dengan raut seram sedih serta rambut panjang tak beraturan yang semakin mengesankan dramatis. Pemilihan warna hitam, selain menggambarkan keprihatinan juga perlambang kebijaksanaan.

Source Tradisi Banyumas Mbah Buncis

Leave A Reply

Your email address will not be published.