Kesenian Buaya Putih

0 205

Kesenian Buaya Putih

Seni tradisional yang berkembang di kampung Curugdahu Desa Kadubeureum Kecamtan Padarincang Kabupaten Serang. Iringan ngarak Buaya putih biasannya dilakukan dalam kegiatan mengirimkan  bahan-bahan keperluan hajatan yang menjadi ciri khas daerah setempat, dimana keperluan hajatan ditata sedemikian rupa pada sebatang pohon bambu yang dibentuk rangka mirip seekor buaya, dengan panjang mencapai 8 sampai 10 meter, dengan dihiasi janur kelapa.

Buaya putih dimainkan secara keseluruhan oleh 40 orang, dimana 4 orang pemain laki-laki yang bertugas memegang umbul-umbul sebagai pembatas barisan, 2 orang dibagian paling depan dan 2 orang lagi sebagai pemegang spanduk, 1 orang sebagai penarik penonton, dibelakang 10 orang sebagai penari mojang desa, berdiri sepasang pengantin yang diapit kedua orang tua yang dilengkapi dengan seorang pembawa payung kebesaran. Dibagian tengah terdapat 4 orang sebagai pemikul Buaya putih yang harus mampu memainkan Buaya Putih dengan baik, dibawah kendali seorang pawang buaya yang bernama Ma Ijah, tarian Buya Putih ini diiringi oleh 14 orang pemain musik Rudat, dengan alat yang terdiri dari : Gending Paria ria, kemplongan, Gembrung.

Source https://budaya-indonesia.org/kesenian-Budaya-Putih/ https://budaya-indonesia.org/kesenian-Budaya-Putih/
Comments
Loading...