Kesenian Beksan Wastra Rinakit, Tari Klasik Gaya Yogyakarta

0 26

Beksan Wastra Rinakit adalah sebuah tari klasik gaya Yogyakarta  yang menggambarkan tentang proses membatik sejak awal yang berupa kain mori putih sampai berwujud selembar kain batik yang penuh dengan makna. Secara filosofi Wastra mempunyai arti kain, sedangkan Rinakit mempunyai arti dirakit atau diproses. Gawangan sebagai symbol jagad raya, bandul ibarat pegangan hati, wajan tempat lilin sebagai symbol rasa sejati sedangkan canthing adalah kalam utama dan pola yang bergambar menjadi petunjuk jalan kehidupan.

Acara ini merupakan  Program Penguatan Lembaga Seni dari Dinas Kebudayaan DIY dengan maksud dan tujuan untuk lebih menghidupkan seni budaya di DIY melalui sanggar-sanggar tari klasik agar lebih kreatif untuk menciptakan tarian-tarian klasik yang baru tapi masih mengaju pakem yang ada di dalam Kraton yang berguna untuk pelestarian tari klasik gaya Yogyakarta pada umumnya.

Dalam acara ini, beliau menampilkan 7 tarian kreasi yang diciptakan pada tahun 2018 semua. Tarian-tarian tersebut antara lain Tari Topeng Asmarabangun, Tari Kijang, Tari Topeng Sekartaji, Beksan Retno Mataya, Srimpi Jatining Panembah, Kumbokarno Hanoman serta Beksan Wastra Rinakit.

Ragam gerak tari ini masih mengambil dari ragam gerak tari klasik putri  gaya Yogyakarta yang diterapkan dalam tarian yang menceritakan proses membatik, seperti gerakan kapang-kapang yang gerakannya menceritakan proses membatik.

Busana yang dikenakan dalam Beksan  Wastra Rinakit ada dua kelompok dimana pada kelompok pertama menggunakan sanggul, busananya menggunakan busana semekan (kembenan) dengan nyamping atau memakai jarik dengan motip sekar kobis (kembang kobis) serta sampur putih, sedangkan pada kelompok kedua menggunakan sanggul, dengan kebaya lurik dengan model janggan, jariknya menggunakan motip semen.

Iringan gendhingnya di mulai dari vocal yang mana gendhingnya memakai ketawang, gendhing ini mulai dari srepegan kemudian masuk irama satu, kemudian masuk irama dua yang kesemua gendhingnya memakai ketawang yang diisi dengan gerongan (tembangan) dimana isi dari gerongan tersebut adalah tentang hal motip batik seperti kawung, barong dan sebagainya. Gendhing-gendhing ini di sertakan agar para penari lebih menghayati tariannya, serta sebagai ungkapan tarian yang ditarikan tersampaikan kepada penontonnya.

Source https://myimage.id https://myimage.id/beksan-wastra-rinakit/

Leave A Reply

Your email address will not be published.