Kesenian Bedor Cianjur

0 100

Kesenian Bedor Cianjur

Di Kecamatan Cibeber yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Cianjur, tepatnya di Kampung Cibadak, Desa Girimulya, ada kesenian yang bernama “bedor”. Konon, kesenian ini dikenal oleh masyarakat sejak tahun 1897. Kesenian ini sangat erat kaitannya dengan seorang seniman yang kreatif. Namanya Jangke yang berasal dari Penyusuhan. Dengan kekretivannya ia menciptakan satu jenis kesenian yang kemudian disebut “bedor”. Bedor itu sendiri sebenarnya merupakan akronim dari kata “sesebred” (pantun) dan “bodor” (lawak). Jadi, bedor dapat diartikan sebagai “sesebred bari ngabodo”. (berpantun sambil melawak).
Sebagai pencipta, Jangke tidak ingin kesenian yang diciptakan hilang ditelan bumi. Ia menginginkan keseniannya tetap berkembang. Untuk itu, ia mengkader generasi penerus, yaitu Sartiko (generasi pertama), Punduh Oneng (gerasi kedua), Nisru (generasi ketiga), dan Beci (generasi keempat) yang sampai sekarang masih menekuni kesenian ini.
Meskipun sebenarnya kesenian bedor ini sangat digemari masyarakat, namun regenerasinya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dewasa ini para senimannya sudah pada uzur. Sementara, generasi mudanya enggan untuk mempelajarinya. Kondisi yang demikian ditambah dengan kurangnya masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk menampilkannya pada gilirannya membuat kesenian ini menjadi senen-kemis, malahan menjurus ke kepunahan.
Dan, jika punah maka masyarakat Kampung Cibadak, Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur akan kehilangan salah satu jatidirinya. Untuk itu, Pemerintah Daerah setempat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaannya (2002) mencoba menginventarisasi dan mendokumentasikannya dalam rangka melindungi, membina, dan mengembangkannya.
Source http://uun-halimah.blogspot.co.id/ http://uun-halimah.blogspot.co.id/2008/06/bedor-cianjur-jawa-barat.html
Comments
Loading...