Kesenian Bantengan Pacet Mojokerto

0 83

Kesenian Bantengan Pacet Mojokerto

Apabila merujuk pada Surabaya Post, 1997, kesenian ini berasal dari Pacet, tepatnya di Desa Claket. Pendapat ini bersumber dari Pak Amir anak dari Mbah Siran yang menghidupkan Seni Bantengan di Claket hingga selanjutnya menyebar dan berkembang pesat di sekitaran Pacet. Disisi lain, ada juga yang mengatakan dari Jatirejo dan Trawas.

Mbah Siran adalah mandor hutan di masa Belanda yang juga seorang pendekar Pencak Silat yang energik dan kharismatik. Dikisahkan, beliau menemukan bangkai banteng di tepi hutan yang kemudian di bawanya pulang serta dibersihkan tengkoraknya.

Melalui tengkorak tersebut, tercetuslah ide untuk melengkapi kesenian Pencak Silat yang pada saat itu sudah tidak menarik lagi. Pada masa awal, tengkorak banteng itulah yang digunakan sebagai topeng Bantengan.

Selanjutnya, kesenian yang baru itu diberi nama “Bantengan” dan menjadi bagian dari pertunjukan Pencak Silat sehingga atraksi yang ditampilkan menjadi lebih bervariasi.

Biasanya kalau dipertunjukkan di tempat tertentu, Seni Bantengan masih lengkap dengan Pencak Silat, namun apabila diundang untuk meramaikan karnaval atau sejenisnya, Bantengan dipertunjukkan sebagai kesenian yang mandiri.

Dalam perkembangannya, Bantengan menjadi salah satu kesenian yang sangat digemari oleh masyarakat. Keadaan itu turut memunculkan kelompok-kelompok Bantengan baru yang turut meramaikannya.

Di Kecamatan Pacet sendiri, diperkirakan telah ada 17 kelompok yang tersebar di desa-desa, termasuk Claket, Kambengan, Cempoko Limo, Barakan, dan lain-lain.

Source https://blogkulo.co https://blogkulo.com/kesenian-bantengan-malang-mojokerto/
Comments
Loading...