Kesenian Angklung Gubrak

0 187

Secara umum Angklung Gubrag ini terbuat dari bambu hitam, selain banyak ditemukan di Jawa Barat, bambu hitam ini juga dapat menghasilkan suara yang lebih nyaring dari pada jenis bambu yang lain. Bagian atas angklung gubrag ini dihias dengan kembang wiru, yang akan bergoyang bila angklung dimainkan. Berbeda dengan angklung pada umumnya, angklung gubrag ini tidak mempunyai tangga nada. Meskipun demikian, angklung jenis ini terdiri dari 6 (enam) bilah angklung yang masing-masing diberi nama, diantara adalah bibit, anak bibit, engklok 1, engklok 2, gonjing, dan juga panembal.

Berdasarkan perkembangannya, saat ini angklung gubrag tidak hanya dimainkan pada saat nandur saja, tetapi dimainkan juga didalam berbagai acara, seperti penyambutan tamu agung, pernikahan adat, dan juga di berbagai ritual dalam seren taun. Pemain angklung gubrag ini diharuskan memakai baju kampret dan juga celana pangsi, dilengkapi dengan penutup kepala atau iket. Pada zaman dahulu yang memainkan angklung gubrag ini adalah perempuan, karena berhubungan dengan dewi kesuburan, namun saat ini tidak hanya perempuan yang boleh memainkan agklung gubrag ini. Di daerah Jasinga misalnya, para pemain angklung gubrag adalah laki-laki dewasa.

Source http://www.kamerabudaya.com/2016/12/angklung-gubrag-alat-musik-tradisional-dari-jawa-barat.html http://www.kamerabudaya.com
Comments
Loading...