Kertanegara, Pencetus Awal Wawasan Nusantara

0 278

Kertanegara, Pencetus Awal Wawasan Nusantara

Kertanagara adalah putera Wisnuwardhana raja Singhasari tahun 1248-1268. Ibunya bernama Waning Hyun yang bergelar Jayawardhani. Waning Hyun adalah putri dari Mahisa Wunga Teleng (putra sulung Ken Arok, pendiri Singhasari, dari Ken Dedes). Istri Kertanagara bernama Sri Bajradewi. Dari perkawinan mereka lahir beberapa orang putri, empat orang putri di antaranya dinikahi Raden Wijaya, yaitu Tribhuwaneswari, Narendraduhita, Jayendradewi, dan Gayatri.

Kertanagara naik tahta Singosari tahun 1268 menggantikan ayahnya, Wisnuwardhana. Menurut Pararaton, ia adalah satu-satunya raja Singosari yang naik tahta secara damai. Karena sebelumnya, mulai dari Ken Arok, Anusapati, hingga Tohjaya, tahta Singosari direbut dengan pembunuhan melalui ‘kutukan keris Mpu Gandring’.

Dialah raja pertama yang mengusung wawasan nusantara. Jauh sebelum Gajah Mada dari Majapahit bertekad menyatukan nusantara dengan ‘Sumpah Palapa’ pada 1336, Kertanegara setengah abad lebih awal telah mencetuskannya melalui visi ‘Cakrawala Mandala Dwipantara’ (perluasan nusantara dengan memandang ke luar pulau Jawa) dan ‘Ekspedisi Pamalayu’ (penguasaan negeri-negeri Melayu) pada tahun 1275.

Ekspedisi Pamalayu bertujuan untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan di Sumatra sehingga dapat memperkuat pengaruhnya di selat Malaka yang merupakan jalur ekonomi dan politik penting yang saat itu dikuasai bangsa asing, utamanya Tiongkok. Ekspedisi ini juga bertujuan untuk menghadang pengaruh kekuasaan Mongol yang telah menguasai hampir seluruh daratan Asia.

Dengan kekuatan armada laut yang tidak ada tandingannya, ekspedisi bahari Kertanegara ke Kerajaan Melayu dan Campa berhasil menghambat gerak maju Kekaisaran Mongol ke Asia Tenggara. Tahun 1284, ia menaklukkan Bali dalam ekspedisi laut ke timur. Selama ekspedisi tersebut, Kertanegara  telah memperluas daerah kekuasaannya meliputi Pahang, Melayu, Gurun (Indonesia Timur), Bakulapura (Kalimantan), Sunda, Gurun (Maluku), Madura, dan seluruh Jawa.

Pada awalnya ekspedisi ini dianggap penaklukan militer, akan tetapi belakangan ini diduga ekspedisi ini lebih bersifat upaya diplomatik berupa unjuk kekuatan dan kewibawaan untuk menjalin persahabatan dan persekutuan dengan kerajaan-kerajaan Melayu. Buktinya adalah Kertanegara justru mempersembahkan Arca Amoghapasa sebagai hadiah untuk menyenangkan hati penguasa dan rakyat Melayu. Sebagai balasannya, raja Melayu mengirimkan putrinya Dara Jingga dan Dara Petak ke Jawa untuk dinikahkan dengan penguasa Jawa.

Untuk mendukung politiknya, langkah pertama yang dilakukan oleh Kertanegara adalah memecat patihnya bernama Raganata dan menggantinya dengan Kebo Tengah Apanji Aragani. Pemecatan itu dilakukan karena Mapatih Raganata tidak menyetujui pandangan politik baru Kertanegara untuk mempersatukan Nusantara. Raganata tidak menyetujui politik Kertanegara itu karena menurut pendapatnya bahwa keamanan dalam negeri harus lebih diutamakan.

Source Kertanegara, Pencetus Awal Wawasan Nusantara Nusantara.news
Comments
Loading...