Kereta Kanjeng Nyai Jimat

0 247

Kereta Kanjeng Nyai Jimat

Kereta Kanjeng Nyai Jimat yaitu kereta kencana Keraton Ngayogyakarta yang dipakai di zaman Hamengkubuwana I sampai Hamengkubuwana V. Kereta ini dibeli dari Belanda seputar tahun 1800-an serta saat ini disimpan di Museum Kereta Keraton Yogya.

Umumnya, kereta ini dipakai pada upacara-upacara kebesaran atau penobatan raja. Konon, kereta type ini cuma tinggal dua didunia. Terkecuali tersimpan di museum kereta keraton Yogya, kereta sama saat ini disimpan di museum Portugis. Kereta ini ditarik oleh delapan ekor kuda.

Menurut mitos serta legenda turun temurun, Kereta Kanjeng Nyai Jimat didapat dari Laut Selatan, oleh seseorang abdi dalam keraton yang tengah memancing di Laut Selatan. Saat kailnya menyangkut suatu hal, waktu ditarik nyatanya suatu kereta kencana. Kereta ini konon datang dari salah satu kerajaan di India. Kereta punya raja ini berniat dilarung di laut sabagai prasyarat untuk mengusir wabah kolera yang menyerang rakyatnya. Kereta yang dilarung itu pada akhirnya hingga di Laut Selatan, saat sebelum diketemukan abdi dalam keraton Yogya.

Tetapi ada 2 pendapat tidak sama perihal asal usul dari Kereta  Kanjeng Nyai Jimat ini yakni :

  1.  Pendapat yang menyebutkan bahwa kereta itu dari Belanda menerangkan bahwa kereta itu adalah hadiah dari Gubernur Jendral Jacob Mossel (1750-1761). Hadiah itu diberikan pada Sultan Hamengku Buwana I serta dipakai s/d Sultan Hamengku Buwana III.
  2. Pendapat yang ke-2 menyebutkan bahwa Nyai Jimat yaitu hadiah dari pemerintah Inggris (1811-1816) pada Sultan Hamengku Buwana III. Kereta itu dipakai s/d saat pemerintahan Sultan Hamengku Buwana V.

Kereta  Kanjeng Nyai Jimat dikira juga sebagai pusaka yang utama hingga air sisa siraman ke-2 kereta itu diakui bisa memberi kemampuan spesifik.

Banyak warga yang berebutan untuk memperoleh air sisa cucian kereta pusaka ini lantaran sisa air cucian kereta pusaka ini diakui dapat mengobati anak-anak yang sakit demam serta berguna juga untuk tanaman di sawah/ladang pertanian yang konon bisa mengusir hama serta dapat tingkatkan hasil panen.

Tetapi ini seluruhnya cuma mitos yang di percayai oleh warga khusunya yang ada disekitaran daerah keraton serta banyak orang luar dari daerah yang yakin perihal manfaat dari air sisa cucian kereta pusaka ini.

Jamasan (memandikan) pusaka keraton Yogya senantiasa jatuh pada hari Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon pertama di bln. Sura (bln. pertama dalam kalender Jawa). Upacara jamasan pusaka keraton senantiasa berjalan di dua tempat yaitu di Gedong Pusaka (tempat menaruh beberapa pusaka paling utama keraton Yogya) serta di Museum Kereta Keraton Yogya.

Jamasan pusaka di Gedong Pusaka di pimpin segera oleh Sultan yang waktu itu tengah berkuasa serta tak dapat disaksikan oleh orang-orang umum. Sesaat jamasan kereta dikerjakan oleh sesepuh Museum Kereta.

Source Kereta Kanjeng Nyai Jimat Jogjaland.net
Comments
Loading...