Kerbau Pada Peradaban Jawa

0 295

Kerbau Pada Peradaban Jawa

Kerbau dalam sejarah Jawa menjadi bab penting bagi masyarakat  tradisional, petani dan pemerintah kolonial. Kerbau dimaknai dari sakralitas sampai komoditas memakai nalar kapitalistik.

Salah satu yang memaknai kerbau ialah di keraton. Pihak keraton menganggap hibah delapan kerbau bule  sebagai ikhtiar mendongkrak pariwisataisme Solo.

Kerbau seolah dijauhkan dari simbolisme dan dunia makna. Kita mesti ingat, kerbau tak sekadar komoditas, kerbau adalah penanda gerak peradaban Jawa.

Relief kerbau ada di Candi Borobudur dan Candi Sojiwan. Kerbau pada masa lalu adalah tokoh dalam pengajaran moral dan budi pekerti di masyarakat Jawa. Banyak cerita rakyat menggunakan tokoh kerbau.

Hewan Kerbau diceritakan setia pada petani, rajin dan bekerja keras, santun, tidak suka marah dan menghormati sesama hewan. Kerbau itu sangat diperhatikan oleh keluarga petani dengan diberi makan dan dimandikan. Sebab hewan tersebut membantu untuk mempermudah para petani untuk melaksanakan pekerjaan mereka.

Mengandung ajaran moral, simbolisme agraris dan etos kerja yang tinggi. Yang terdapat pada cerita kerbau dan kera. Kerja di sawah, merawat kerbau, merayakan hidup dalam kemakmuran adalah idealitas peradaban agraris. Kerbau di artikan  sebagai tanda gerak atau penggerak bagi para petani.

Sedangkan untuk peran kerbau dalam geliat peradaban Jawa turut menentukan eksistensi para penguasa Jawa. Kultur sawah dan peran kerbau menjadi ukuran kemakmuran desa.

Sejarah Mataram dalam politik pangan ditopang peran dan pengaruh kerbau. Makna politis ini kelak menjadi urusan genting karena kebijakan pertanian elite tradisional dan pemerintah kolonial membuat derita.

Petani kerap kehilangan kerbau dan sawah. Petani tanpa sawah dan kerbau berarti mengalami kematian eksistensial, hidup hampa makna.

Sejarah itu mengajarkan arus pemaknaan kerbau dalam berbagai konteks. Hari ini, kerbau dalam nalar pariwisatisme adalah komoditas. Pemaknaan ini seolah menjauh dari rentetan jejak peradaban di Jawa.

Kerbau mungkin dijadikan simbol kelambanan, kegemukan dan kebodohan. Kerbau jadi acuan polemik politik. Indra Tranggono (2010) menafsirkan kerbau bisa menjelma sebagai kekuatan simbolik, semiotik dan semantik saat diletakkan dalam konteks politik. Makna kerbau di keraton tentu beda dengan makna kerbau di kebun binatang.

Source Kerbau Pada Peradaban Jawa harianjogja.com
Comments
Loading...