Kendang Jimbe, Alat Musik Desa Ngebruk Sumberpucung Malang

0 27

Kendang Jimbe, Alat Musik Desa Ngebruk Sumberpucung Malang

Alat musik kendang jimbe berasal dari benua Afrika. Jimbe di beberapa daerah lain juga disebut dengan “djembe”, “jenbe”, “jyembe”, “jembe”, “jimbay” dan “sanbanyi”. Konon, alat musik ini muncul di Kerajaan Mali sekitar abad ke-12 dan menjadi alat musik pukul yang paling terkenal di Afrika dari alat musik pukul lainnya. Bahkan, jimbe sendiri disebut-sebut sebagai nenek moyang dari drum di seluruh dunia.

Ejaan jimbe pada awalnya menggunakan awalan huruf “dj” untuk kata “djembe”. Ada makna di balik ejaan tersebut karena berasal dari kata “anke dje” yang artinya semua orang berkumpul bersama-sama. Namun, saat kedatangan penjajah asal Perancis, ejaan “djembe” pun diubah menjadi “jembe”.

Saat masuk ke Nusantara, alat musik satu ini disebut sebagai kendang jimbe. Kendang jimbe merupakan sebuah kayu yang berbentuk gelas dan ditutup oleh kulit yang diikat dengan tali untuk mengencangkannya. Salah satu tempat produksi kendang ini ternyata ada di Kabupaten Malang tepatnya di Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung.

Salah satu pengrajin kendang jimbe di Desa Ngebruk adalah Tomi Sasongko. Tomi selalu disibukkan dengan proses pembuatan kendang mulai dari pemilihan kayu, pengukiran, pewarnaan, hingga pemasangan kulit sapi atau kambing, serta finishing. Kayu yang digunakan sebagai bahan utama pun tak sembarangan, ia menggunakan kayu mahoni berkualitas.

Secara umum, proses pembuatan kendang diawali dengan membilah batangan kayu mahoni menjadi potongan kecil. Selanjutnya, potongan kecil kayu tersebut masuk dalam proses pembubutan untuk di bentuk menjadi kendang. Agar lebih menarik, maka kendang yang setengah jadi dihaluskan dan dipercantik ukiran seni.

Menariknya, kendang jimbe ala Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung ini telah diekspor ke berbagai negara seperti Amerika, Australia, dan beberapa negara di Eropa. Omzetnya mencapai puluhan juta dalam satu bulan.

Source https://ngalam.co/ https://ngalam.co/2018/08/14/kendang-jimbe-ala-desa-ngebruk-sumberpucung/
Comments
Loading...