Kelengkapan Ksatria Jawa Paripurna

0 26

Kelengkapan Ksatria Jawa Paripurna

Nasihat orang tua kepada anak laki-lakinya yang sudah dewasa pada jaman dulu: Sebagai seorang ksatria, belumlah “jangkep” (lengkap). Jika seorang laki-laki belum memiliki lima hal, yaitu “Wisma (rumah), Wanodya (wanita), Turangga (Kuda), Kukila (burung) dan Curiga (keris).

Maka si pemuda pun membayangkan dirinya mempunyai rumah dengan pendapa joglo yang berwibawa. Di dalam rumah itu ada istri cantik jelita, di emperan bergantungan sangkar burung perkutut. Ia akan mengembara untuk berbuat kebajikan dengan mengendarai kuda hitam yang gagah perkasa plus sebilah keris terselip di pinggang. Gambaran imajiner sosok “hero” kira-kira memang seperti itu.

Apakah orang tua ngomong “wantahan’ begitu saja? Orang tua Jawa tentunya tidak akan bicara langsung. Ia selalu memberi perlambang. Si anak kalau sudah cukup mengendap, ia paham apa “ngendika” orang tuanya. Umpama belum mengerti, ia akan tanya.

Andaikan tidak “dhong” dan merasa sudah “mumpuni” maka ia akan keluar rumah dengan gaya “hero” imajinernya. Bisa tersesat di jalan karena pengaruh lingkungan sekitar, bisa pula sampai ke jalan yang benar walau sebagian harus menempuh kelok liku dan tanjakan.

“Hero” dalam khayalan kita (karena kita tidak pernah bersua “hero” yang sebenarnya dan hanya mengenali dari kisah-kisah “fiksi” walaupun mungkin berlatar-belakang sejarah) adalah sosok yang “Kleyang (melayang-layang) kabur (terbawa terbang) kanginan (oleh angin)”.

Bak daun terbang ditiup angin. Kemana ia melangkah bergantung angin membawanya. Di perjalanan itulah ia berbuat kebajikan atau tersesat. Gambaran “Hero” pada umumnya adalah sosok laki-laki berkuda, membawa senjata, melakukan tindakan heroik dan … bertemu wanita.

Habis itu ia pergi lagi, “nerusake laku” meneruskan perjalanan. Ia melangkah, melangkah dan melangkah, menuju arah matahari terbit atau tenggelam mencari petualangan heroik baru. Sepertinya ia tidak punya rumah tempat tinggal, tak punya burung atau penghibur dikala santai dan tak jelas darimana ia memperoleh uang untuk makan sehari-hari, ganti baju dan menginap di losmen murah. Itulah gambaran seorang ksatria dengan mengambil makna harfiah dari kelengkapan keksatriaannya: Rumah, Wanita, Kuda, Burung dan Keris.

Source http://iwanmuljono.blogspot.com/ http://iwanmuljono.blogspot.com/2011/11/wisma-wanodya-turangga-kukila-curiga-1.html
Comments
Loading...