Kelengkapan Ksatria Jawa Paripurna : Curiga

0 29

Kelengkapan Ksatria Jawa Paripurna : Curiga

Curiga adalah keris. Perlu dicatat keris dalam pengertian ini bukanlah senjata pembunuh. Pengertian keris sebagai “sipat kandel” bukan pula berarti mistis. Keris melambangkan rasa percaya diri. Dengan keris di pinggang maka “self confidence meningkat”.

Keris hanya dipakai oleh orang dewasa. Anak-anak belum bisa mengenakan keris, kecuali pada saat karnaval saja. Hanya orang yang berjiwa ksatria nan perwira yang bisa mengenakan keris. Kecuali yang mengaku-aku perwira.

Keris juga bermakna kewaspadaan. Cara orang Jawa mengenakan keris, apakah di belakang, di samping atau di depan sebenarnya menunjukkan tingkat kewaspadaan. Menempatkan di belakang sebenarnya hanya dalam suasana formal. Saat beribadah keris harus dilepas. Kalau kita melihat pasukan yang dalam kondisi siaga, maka cara memegang senjata pun berbeda sesuai tingkat kesiagaannya.

Kekayaan dan ilmu sebenarnya bisa dimasukkan dalam “curiga” (keris) sebagai “sipat kandel”. Ilmu dan harta akan meningkatkan rasa percaya diri. Kalau kita bicara tentang ksatria jaman sekarang tentunya tidak lagi menenteng keris kemana-mana. Yang ia bawa adalah profesionalisme sesuai bidang tugas masing-masing.

Keris bagaimanapun adalah senjata. Hakekat senjata bukan untuk membunuh orang melainkan untuk melindungi diri, rumah, keluarga, kaum lemah dan bela negara. Baik senjata yang berupa senjata beneran maupun senjata yang berupa harta atau ilmu. Dengan “curiga” maka lengkaplah “jejer satria utama yang paripurna”.

Source http://iwanmuljono.blogspot.com/ http://iwanmuljono.blogspot.com/2011/11/kelengkapan-ksatria-jawa-paripurna_8.html
Comments
Loading...