Kejawen dalam Jawa

0 406

Kejawen dalam Jawa

Kejawen (bahasa Jawa Kejawèn) adalah sebuah kepercayaan yang terutama dianut di pulau Jawa oleh suku Jawa dan suku bangsa lainnya yang menetap di Jawa. Kejawen hakikatnya adalah suatu filsafat sejak orang Jawa itu ada.

 

Kitab-kitab dan naskah kuno Kejawen tidak menegaskan ajarannya sebagai sebuah agama meskipun memiliki laku. Agama juga tidak akan bisa lepas dari Kejawen karena filsafat Kejawen dilandaskankan pada ajaran agama yang dianut oleh filsuf Jawa.

Sejak zaman dahulu, orang Jawa mengakui keesaan Tuhan sehingga menjadi inti ajaran Kejawen, yaitu mengarahkan insan : Sangkan Paraning Dumadhi  “Dari mana datang dan kembalinya hamba tuhan” dan membentuk insan se-iya se-kata dengan tuhannya : Manunggaling Kawula lan Gusthi “Bersatunya Hamba dan Tuhan”. Dari kemanunggalan itu, ajaran Kejawen memiliki sebuah misi. Adapun misi itu ialah :

  1. Mamayu Hayuning Pribadhi (sebagai rahmat bagi diri pribadi),
  2. Mamayu Hayuning Kaluwarga (sebagai rahmat bagi keluarga),
  3. Mamayu Hayuning Sasama (sebagai rahmat bagi sesama manusia),
  4. Mamayu Hayuning Bhuwana (sebagai rahmat bagi alam semesta).

Berbeda dengan kaum abangan kaum kejawen relatif taat dengan agamanya, dengan menjauhi larangan agamanya dan melaksanakan perintah agamanya namun tetap menjaga jati dirinya sebagai orang pribumi, sebab ajaran filsafat kejawen memang mendorong untuk taat terhadap tuhannya.

Sehingga  tidak mengherankan jika ada banyak aliran filsafat kejawen menurut agamanya yang dianut seperti : Islam Kejawen, Hindu Kejawen, Kristen Kejawen, Budha Kejawen, Kejawen Kapitayan (Kepercayaan) dengan tetap melaksanakan adat dan budayanya yang tidak bertentangan dengan agamanya. Sehingga di sesuaikan  dengan anutannya masing-masing.

Source Kejawen dalam Jawa wikipedia
Comments
Loading...