KeistimewaanTari Angguk Yogyakarta

0 103

KeistimewaanTari Angguk Yogyakarta

Tari Angguk adalah tari tradisional yang berasal dari Kulon Progo Yogyakarta. Dalam tarian ini menceritakan kisah tentang Umarmoyo-Umarmadi dan Wong Agung Jayengrono dalam Serat Ambiyo. Tarian ini dimainkan secara berkelompok oleh 15 penari wanita yang berkostum menyerupai serdadu Belanda dan dihiasi gombyok barang emas, sampang, sampur, topi pet warna hitam, dan kaos kaki warna merah atau kuning dan mengenakan kacamata hitam. Tarian ini biasanya dimainkan selama durasi 3 hingga 7 jam. Tarian Angguk diperkirakan muncul sejak jaman Belanda, yang digambarkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan setelah panen padi.

Keistimewaan tari Angguk adalah memadukan unsur Islam, Barat (Belanda), dan Timur (Yogyakarta).

Unsur Islam

Dalam Tari Angguk terlihat ketika lagu Shalawat Nabi selalu menjadi pembuka pertunjukan. Selain itu, penggunaan peralatan musik berupa bedug dan rebana semakin mengukuhkan bahwa kesenian ini memang sedikit dapat pengaruh dari agama Islam.

Unsur Barat

Terlihat pada gerakan para penari yang meniru gerakan baris-berbaris yang dilakukan oleh para serdadu militer pada zaman Belanda. Selain gerakan, kostum yang dipakai oleh para penari juga mirip dengan seragam militer serdadu Belanda. Bedanya para penari pakai celana pendek bukan celana panjang.

Unsur Timur

Sangat terlihat dalam Tari Angguk yang lebih menitikberatkan pada keluwesan gerakan. Tingkat keluwesan gerakan inilah yang menjadi ciri khas budaya Timur, khususnya Jogjakarta. Ditambah lagi, tarian ini membawakan cerita Umarmoyo-Umarmadi dan Wong Agung Jayengrono yang tertulis dalam Serat Ambiyo. Di sinilah kebudayaan dari beberapa kutub yang berbeda yang bisa berpadu. Sisi militer yang lebih kaku namun serempak dipadukan dengan tarian yang sangat luwes dan paduan peralatan.

Source http://dunia-kesenian.blogspot.com/ http://dunia-kesenian.blogspot.com/2014/03/tari-angguk-tarian-daerah-yogyakarta.html
Comments
Loading...