Kehidupan Agama, Sosial, Budaya Kerajaan Demak

0 205

Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Demak sudah berjalan teratur. Pemerintahan diatur dengan hukum Islam. Akan tetapi, norma-norma atau tradisi-tradisi lama tidak ditinggalkan begitu saja. Keadaan sosial di Demak tidak jauh berbeda dengan masa berkuasanya Majapahit.

Perbedaan yang mencolok terdapat pada penggunaan aturan-aturan dan hukum yang cocok dengan ajaran Islam, sehingga terasa lebih tertib dan teratur. Demak adalah pusat penyebaran agama Islam di Nusantara. Lahirnya wali-wali di Demak membuat lebih cepat proses penyebaran agama Islam bahkan sampai ke pelosok.

Mendirikan pesantren adalah cara penyebaran agama Islam yang efektif. Hitu yang berasal dari Ternate, pernah belajar di pesantren yang didirikan oleh Sunan Giri. Setelah selesai belajar, dia menyebarkan agama Islam di Ternate.

Hasil kebudayaan Kerajaan Demak adalah kebudayaan yang berkaitan dengan Islam. Hasil kebudayaannya yang cukup terkenal dan sampai sekarang masih tetap berdiri adalah Masjid Agung Demak. Masjid itu adalah lambang kebesaran Demak sebagai kerajaan Islam.

Masjid Agung Demak selain kaya dengan ukir-ukiran bercirikan Islam juga mempunyai keistimewaan, yaitu salah satu tiangnya dibuat dari kumpulan sisa-sisa kayu bekas pembangunan masjid itu sendiri yang disatukan.

Selain Masjid Agung Demak, Sunan Kalijaga salah seorang dari Wali Sanga juga meletakkan dasar-dasar perayaan Sekaten pada masa Kerajaan Demak. Perayaan itu digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk menarik minat masyarakat agar masuk Islam. Sekaten ini lalu menjadi tradisi atau kebudayaan yang terus dipelihara sampai sekarang.

Source https://www.belajarsosial.com https://www.belajarsosial.com/2016/10/kehidupan-politik-ekonomi-dan-agama.html
Comments
Loading...