budayajawa.id

Kawin Cai, Tradisi Rutinan Masyarakat Kuningan Saat Kemarau Panjang

0 57

Upacara Adat Kawin Cai merupakan tradisi masyarakat Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalakasana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sejak zaman dulu, ritual ini dimaksudkan untuk memohon air atau turun hujan saat musim kemarau panjang, seperti bulan September, agar sawah tetap terairi.

Tradisi ini dilakukan warga untuk memanggil hujan yang sudah hampir enam bulan tidak membasahi daerah tersebut. Upacara adat tersebut selalu digelar setiap tahun di saat masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air khususnya untuk mengairi area persawahan sebagai mata pencaharian mereka. Tujuan Kawin Cai ,adalah untuk memanggil hujan yang sudah lama tidak turun karena kemarau. Ritual ini biasanya digelar di dekat sumber mata air Telaga Balong Tirta Yarta pada malam Jum’at kliwon. Tidak hanya warga desa yang hadir mengikuti upacara, tapi warga desa tetangga tokoh masyarakat, dan pamong desa juga mengikuti prosesi hingga usai.

Prosesi Upacara Adat Kawin Cai

Inti ritual ini mengawinkan air dari 7 sumur mata air Cibulan dengan mata air Balon Dalem Tirtayatra yang berjarak sekitar 5 kilometer. 7 sumur di mata air Cibulan dilambangkan sebagai pengantin laki-laki. Sementara mata air Balon Dalem disimbulkan sebagai mempelai perempuan. Sebelum pengambilan air di 7 sumur keramat, dilakukan dulu pembacaan doa di depan petilasan Prabu Siliwangi agar acara kawin cai berjalan lancar.

Satu persatu para sesepuh Desa Manis Kidul mengambil air dari 7 sumur keramat. Masing-masing sumur punya nama khusus, seperti sumber kejayaan, kemuliaan, pengabulan, deranjana, cisadane, kemudahan dan sumur keselamatan. Konon ke 7 sumur itu merupakan peninggalan Prabu Siliwangi usai bertapa meminta air kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Bagi warga sekitar, air dari 7 sumur ini mengandung berkah dan dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit.

Di kolam pemandian Cibulan yang kini jadi tempat wisata ini juga terdapat ikan dengan spesis khusus yakni ikan Kancra Bodas yang dikeramatkan warga. Ikan yang bernama latin Cyprinus carpio ini disebut pula sebagai ikan dewa. Setelah penyatuan 7 air sumur keramat, biasanya hujan langsung turun. Percaya atau tidak, sekitar satu menit kemudian hujan mulai membasahi bumi.Tapi prosesi kawain cai belum selesai. Air 7 sumur diarak ke mata air Balon Dhalem di Desa Babakan Mulia. Bak menyambut mempelai pria, upacara dan tarian khusus digelar.

Acara puncak ritual kawin cai pun tiba. Air dari 7 sumur keramat Cibulan ditumpahkan ke sumber mata air Balon Dhalem Tirtayata. Perkawinan yang disimbulkan dengan penyatuan mata air dari dua desa tersebut merupakan perwujudan doa dan harapan warga agar air tetap mengalir deras.

Tradisi upacara adat kawin cai itu, memiliki makna sebagai pelestarian budaya tradisional, dan juga sebagai pelestarian lingkungan

Source Kawin Cai, Tradisi Rutinan Masyarakat Kuningan Saat Kemarau Panjang Kawin Cai, Tradisi Rutinan Masyarakat Kuningan Saat Kemarau Panjang Kawin Cai, Tradisi Rutinan Masyarakat Kuningan Saat Kemarau Panjang

Leave A Reply

Your email address will not be published.