Jenis Tumpeng Menurut Tradisi Jawa

0 36

Jenis Tumpeng Menurut Tradisi Jawa

Dalam tradisi Jawa, warna dan jenis tumpeng memiliki makna tersendiri. Dari segi historis, dua warna dominan, putih dan kuning yang terdapat pada nasi kuning memiliki hubungan yang erat dengan ajaran Hindu. Warna putih konon dimaknai sebagai Dewa Matahari, sebagai sumber kehidupan. Sementara warna kuning, dimaknai sebagai lambang keberuntungan dan kemakmuran.

Tumpeng Robyong

Dulu tumpeng robyong disajikan untuk acara-acara besar, seperti musim panen, mengusir penyakit atau meminta hujan. Meski demikian, jenis tumpeng tersebut juga dipakai untuk acara siraman, upacara pernikahan atau pemberkataan dan syukuran.

Rombyong dalam istilah Jawa memiliki arti berbondong-bondong. Jadi, tumpeng robyong dijadikan sebagai simbol dan harapan agar banyak tamu yang datang berbondong-bondong. Tumpeng ini juga merupakan ungkapan kegembiraan dan suka cita.

Selain tumpeng besar warna putih, juga ada intuk-intuk atau tumpeng kecil yang mengelilingi tumpeng rombyong. Karena tidak disertai hiasan atau lauk pauk, tumpeng kecil itu dinamai tumpeng gundul. Di sekeliling tumpeng robyong ditancapkan sayur-sayuran, sehingga terlihat meriah.

Di puncak tumpeng, biasanya ditusukkantelur ayam, terasi, bawang merah dan cabai. Adapula tiga macam kembang, yakni mawar, melati dan kenanga yang membuat tampilan semakin semarak. Tidak lupa bubur merah dan putih juga disajikan sebagai pelengkap.

Tumpeng Pernikahan

Tumpeng pernikahan mirip dengan tumpeng robyong, hanya saja setengah bagian nasi tumpengnya dipotong secara mendatar. Bagian atasnya yang runcing melambangkan lingga (kesuburan), sementara bagian bawahnya yang lebar menyimbolkan yoni (kekuatan).

Di puncak tumpeng ditusukkan bawang merah dan cabai. Selain itu, wajib ada lodeh kluwih, jajanan pasar lima warna, takir pontang, serta kacang panjang yang dikepang dan diletakkan melingkari tumpeng. Tidak hanya itu, tumpeng menjadi terlihat makin menggiurkan dengan disediakannya urap sayuran dan telur rebus.

Tumpeng Nasi Kuning

Isinya tak beda jauh dengan ketentuan tumpeng pada umumnya, tetapi biasanya ditambahkan perkedel, kering-keringan, abon, irisan ketimun, dan dadar rawis. Warna kuning mengandung arti kekayaan dan moral yang luhur, oleh karenanya tumpeng ini biasa digunakan untuk acara kebahagiaan seperti kelahiran, ulang tahun, khitanan, pertunangan, perkawinan, syukuran dan upacara tolak bala.

Tumpeng Tumbuk

Tumpeng tumbuk dipakai untuk merayakan ulang tahun, terutama umur 64 tahun alias tumbuk ageng. Menurut kepercayaan Jawa dan Cina, 8 adalah angka keramat. Jadi 64 yang notabene merupakan hasil perkalian 8 dan 8 diyakini sebagai umur yang istimewa. Ulang tahun ini dianggap spesial. Tumpengnyapun dihiasi dengan kepangan kacang panjang dari puncak ke alas tumpeng, yang melambangkan umur panjang.

Source http://mahligai-indonesia.com/ http://mahligai-indonesia.com/ragam-kuliner/jenis-tumpeng-menurut-tradisi-jawa-3327

Leave A Reply

Your email address will not be published.