Jarkoni, Iso Ujar Ora Iso Nglakoni

0 46

Jarkoni, Iso Ujar Ora Iso Nglakoni

Hidup sebagai wong Jowo, dibesarkan dengan tata nilai Jowo, menikahpun dengan wong Jowo, tentu saja budaya Jowo menjadi akrab dengan keseharian saya. Semula kalau mendengar pitutur atau nasihat atau saran ala Jowo, saya nggak terlalu memperhatikan. Tapi seiring waktu, makin sadar ternyata nilai-nilai Jowo yang dianggap kuno itu banyak yang masih relevan hingga sekarang untuk digunakan sebagai pedoman hidup.

Istilah Jarkoni biasanya disampaikan sebagai sindirian atau teguran ke orang-orang yg pintar bicara tapi dirinya sendiri tidak bisa menjalankan yang dibicarakan. Ajaran ini menekankan pada konsistensi. Maka budaya Jawa pun sebenarnya sangat mengutamakan “konsistensi” atau keserasian antara tindakan dan perbuatan. Ditilik lebih dalam lagi ungkapan ini menanamkan nilai kejujuran.

Tidak mengherankan bahwa tokoh2 publik di Indonesia yang ketahuan tidak konsisten biasanya akan dibully oleh orang-orang. Contoh paling baru tentu saja Mario Teguh dengan kasus anaknya. Dulu sebelumnya adalah menPAN Yuddy Chrisnandy yang ketahuan mudik memakai mobil dinas. Sedang sebelumnya Yuddy melarang PNS mudik memakai mobdin.

Terlepas dari bagaimana duduk masalah sebenarnya, benar atau salah, dll, yang menjadikan sasaran bully sebenarnya mungkin bukan tindakan mereka.  Tapi lebih ke sikap tidak konsisten mereka saja. Bagaimana lagi, memang begitu konsekuensi menjadi tokoh publik.

Jika melihat sisi positifnya, bullying tersebut membuktikan bahwa kontrol nilai-nilai positif dari masyarakat masih ada, masih berjalan. Yang harus dikhawatirkan adalah jika ada tokoh publik yang inkonsisten dan masyarakat tidak peduli. Alarm bahaya sudah harus dinyalakan.

Akhirnya, orang menyadari betapa menjadi tokoh publik itu sangat berat,  meski toh setara dengan segala imbalan yang didapat.  Sebenarnya di kalangan orang biasa pun tidak bisa lepas kok dari tuntutan inkonsistensi hanya sanksi sosial yang diterima tentu tidak seberat para tokoh publik. Itulah hidup.

Source https://www.kompasiana.com/ https://www.kompasiana.com/mamatotik/58133e1eaf7a6199229ea274/belajar-nilai-positif-dari-pitutur-jowo?page=all
Comments
Loading...